Wednesday, December 8, 2010

Everything Happen for a Reason

"Duh.. kenapa aku harus mengalami hal ini"
"kenapa aku harus berada di posisi ga enak seperti ini sih"
"kalau tau begini, aku ngga mau deh"



Berbagai pernyataan seperti di atas sering kali kita dengar dalam kehidupan kita. Banyak dari kita yang menyesali kondisi yang dihadapi atau pilihan yang sudah kita ambil. Hal ini terjadi karena kita tidak tau apa yang akan kita hadapi di masa yang akan datang. Akan tetapi, kita sebagai anak Tuhan, kita harus selalu percaya bahwa segala sesuatu yang kita alami terjadi bukan tanpa alasan. Tuhan mengijinkan kita mengalami hal tersebut dengan suatu maksud dan tujuan yang mungkin tidak dapat kita mengerti. Tapi percayalah, rencana Nya adalah rencana yang indah, rencana yang terbaik buat hidup kita.

Aku ingin men-sharing kan sedikit pengalaman yang kualami beberapa waktu yang lalu sehubungan dengan hal ini.
Kamis, tanggal 2 Desember kemarin, seperti biasa aku ikut persekutuan doa di KMK Santo Petrus. Sepulang dari KMK, seperti biasa pula kami makan malam bersama. Jam 9 malam kami makan di suatu depot. Saat kami makan, hujan mulai turun. Selesai makan, hujan belum reda, dan jalanan di depan warung tersebut banjir. Beberapa teman yang membawa mobil, memutuskan untuk pulang terlebih dahulu karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Akhirnya, tersisalah 3 orang dari kami yang naik sepeda motor, yaitu aku dan 2 orang teman yang belum lama ini berpacaran, sebut saja si F dan C.

Sebenarnya aku berniat menerobos banjir tersebut. Akan tetapi teman ku mengajak menunggu hujan reda. Akhirnya aku putuskan untuk menunggu. Ternyata hujan semakin deras turun, ditambah dengan angin dan petir yang menyambar-nyambar. Alhasil, semakin lama lagi aku harus menjadi "obat nyamuk" bagi kedua temanku itu. :p

Karena hujan yang deras tersebut, warung menjadi bocor. Kami harus pindah tempat beberapa kali untuk menghindari bocor tersebut. untuk menghindari rasa bosan, aku ambil HP dan mulai SMS an dengan teman-temanku. Tapi itu tidak berlangsung lama karena ternyata pulsa ku habis (kok ya pas.... T.T). Kondisi tersebut semakin diperparah dengan terputusnya listrik dari PLN (mati lampu). lengkap sudah 'penderitaan' ku malam itu. terjebak banjir, jadi obat nyamuk, kebocoran, pulsa abis, dan mati lampu. yeaaahh.... aku harus apa coba???

Akhirnya, sekitar jam setengah 1 pagi (menunggu dari jam 10 malam >.<), hujan mulai reda, dan banjir sudah mulai surut. Kami putuskan untuk memanaskan motor kami dahulu sebelum menerobos banjir. Ternyata, motor teman ku ini mogok. aku berkata dalam hati, "kenapa sih malam ini masalah datang bertubi2?? andai aku tadi langsung pulang aku pasti tidak mengalami semua ini". Motor tetap tidak mau nyala meskipun kita sudah berusaha semampunya. Mau ga mau akhirnya kita putuskan untuk mendorong motor tersebut. Sambil mengendarai motor ku, aku mendorong motor teman ku itu melewati banjir sampai ke rumahnya, setelah itu baru aku pulang ke kost ku. Aku sampai di kost sekitar pukul setengah 2 pagi. Fiuh.. pengalaman yang 'menyenangkan' bukan?

EVERYTHING HAPPEN FOR A REASON

Ya.. Tuhan mengingatkan aku kembali mengenai hal tersebut, bahwa segala sesuatu terjadi pasti ada alasannya. Seperti juga kejadian yang aku alami. Tuhan juga memiliki alasan kenapa membiarkan aku mengalami kejadian yang tidak mengenakkan tersebut. Yang pasti, Tuhan mau melatih kesabaranku dalam menghadapi hal-hal yang tidak mengenakkan seperti itu. Selain itu, Tuhan menempatkan aku di kondisi tersebut untuk membantu teman ku mendorong motornya yang mogok tersebut menggunakan motorku. Bayangkan jika aku langsung pulang pada waktu itu. Mungkin teman ku akan mendorong motornya sambil berjalan kaki menerobos banjir di tengah hujan yang tengah mengguyur. Kasihan sekali bukan?



Oleh karena itu, apapun kondisi kita, enak ataupun tidak, jalanilah dengan baik, dengan penuh syukur dan jangan menggerutu (seperti aku). Percayalah bahwa rencana Tuhan adalah rencana yang indah dan pada akhirnya Dia sudah menyediakan berkat yang melimpah, baik untuk kita sendiri maupun untuk sesama kita.

amin.
Tuhan memberkati



-nyo-

Friday, September 17, 2010

Mudik

Sebelumnya, saya ingin mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri bagi yang merayakannya.(lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali ^^)

Mudik merupakan sebuah tradisi di Indonesia yang terjadi setiap tahunnya menjelang hari raya Idul Fitri. Para perantauan di kota-kota memanfaatkan momen Idul Fitri ini untuk mudik ke kampung halamannya, bersilaturahmi dengan orang tua dan sanak keluarga.
Umat beragama lain pun ikut menikmati momen mudik ini karena adanya hari libur yang cukup panjang yang ditetapkan pemerintah.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya pun mudik ke kampung halaman, menikmati saat-saat liburan bersama dengan keluarga tercinta.

Satu hal yang saya amati pada mudik tahun ini adalah semakin banyak nya pemudik yang menggunakan sarana sepeda motor untuk mudik. Tidak sedikit dari masyarakat yang memaksakan motornya untuk membawa barang dan orang yang melebihi daya angkut dari motor tersebut.


Dari gambar di atas dapat kita lihat sebuah motor dipaksakan untuk mengangkut empat orang ditambah dengan barang bawaan yang tidak sedikit jumlahnya. Dengan banyaknya pelanggaran yang terjadi, ditambah dengan kondisi capeknya si pengemudi motor (motor tidak dianjurkan sebagai sarana transportasi jarak jauh) dan semakin padatnya arus lalu lintas saat mudik lebaran, tidak mengherankan bahwa tingkat kecelakaan lalu lintas khususnya para pengguna motor meningkat.

Bagi para pengguna motor (saya juga pengguna motor sih ^^), marilah kita taati peraturan yang ada dengan baik. Karena peraturan itu dibuat untuk keselamatan kita juga, supaya kita bisa mudik dengan artian yang sebenarnya yaitu MUlih ndek uDIK (pulang ke desa) dan bukannya mudik dengan artian yang lain yaitu MUlih nDek Sang KhalIK (pulang ke Sang Kuasa/pulang ke rumah Tuhan) alias meninggal dunia karena kecelakaan.



salam mudik,



-nyo-

Tuesday, August 24, 2010

Donor Darah Perdana


tanggal 20 Agustus 2010 kemarin, untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupku aku melakukan aksi sosial yang namanya donor darah. Sebenarnya sudah dari dulu aku ingin mendonorkan darahku tetapi tidak pernah aku lakukan karena ketakutan-ketakutan pribadi. Dulu waktu kelas 4 SD, aku pernah terkena penyakit hepatitis A. Saat baru sembuh, oleh dokter aku tidak boleh terlalu capek karena ditakutkan penyakit tersebut kambuh lagi. Nah, inilah ketakutan ku untuk melakukan donor darah. Aku pikir, seumur hidup penyakit tersebut ada dalam darahku, jadinya kalau aku mendonorkan darahku, aku takut orang yang menerima darahku nantinya juga akan menerima penyakit hepatitis tersebut. Ternyata, setelah bertanya-tanya ke dokter, setelah sembuh lebih dari 5 tahun, aku sudah bisa mendonorkan darahku.

Pada tanggal 20 Agustus tersebut, bersama dengan beberapa rekan dari kantorku pergi ke tempat donor darah. Dari 7 orang yang berangkat, ternyata yang pernah melakukan donor darah cuma 2 orang. 5 orang sisanya newbie, atau baru pertama kali ini melakukan donor darah. Sempat deg-degan juga karena temanku ada yang bilang ada kemungkinan pusing setelah donor darah. Yang aku takutkan, dengan badan sekecil ini (baca : JUMBO) siapa yang bisa menahan aku kalau aku jatuh karena pusing. Ternyata setelah melakukannya, kita semua baik-baik saja.

Ada dua pengalaman berharga yang aku dapatkan dari donor darah ini. Yang pertama tentunya pengalaman donor darah itu sendiri. Bagaimana tangan kita dimasukin jarum suntik, kemudian darah kita diambil sebanyak 350cc, dan apa yang dirasakan setelah donor darah. Ternyata donor darah tidak menakutkan seperti yang dibayangkan oleh orang-orang. Sakit saat disuntik pun tidak semengerikan yang dibayangkan orang. Menurutku hanya terasa seperti digigit semut. hehehehe

Pengalaman kedua yang aku rasakan adalah pengalaman berbagi darah atau bisa dibilang berbagi hidup dengan sesama. Mungkin kita sudah biasa memberikan uang pada pengemis. Mungkin kita juga sudah biasa membagikan makanan ataupun pakaian kita untuk saudara kita yang membutuhkan. Tetapi untuk hal berbagi darah, tidak semua dari kita pernah mengalaminya bukan? Mungkin ada yang tidak mau karena takut, atau ada yang malah tidak boleh mendonorkan darahnya karena keadaan fisik yang tidak menunjang, seperti berat badan dibawah 45 kg, sedang (maaf) menstruasi, tekanan darah rendah, sakit, dll. Oleh karena itu aku sangat bersyukur masih diberi badan sehat untuk bisa mendonorkan darahku untuk saudara-saudara yang membutuhkan.

Selain untuk membantu saudara kita yang membutuhkan, donor darah juga menyehatkan kita lho. Karena dengan didonorkannya darah kita, tubuh kita pastinya akan melakukan proses regenerasi untuk mengganti darah yang hilang tersebut. Jadi bisa dibilang darah kita diperbaharui setelah kita melakukan donor darah. So... ga ada ruginya kan kita melakukan donor darah??

Soo... Buat teman-teman yang belum pernah melakukan donor darah karena malas ataupun takut, tunggu apa lagi.... Ayo kita donorkan darah kita. Sudah berbuat baik , badan sehat pula. Dan... ngga semenakutkan yang teman-teman bayangkan kok. Sudah saya buktikan sendiri. Trust me!!! ^^v
Sebagai penutup, semoga kutipan dibawah ini bisa semakin memberikan semangat bagi kita untuk mendonorkan darah kita untuk sesama kita yang membutuhkan.

If you donate GOLD, you give FOOD
But if you donate BLOOD, you give LIFE


Ayo donor darah....


-nyo-

Monday, July 26, 2010

Ujian Kedewasaan


Di suatu daerah di pedalaman, ada sebuah suku yang cukup unik untuk mendewasakan anak laki-laki mereka. Jika seorang anak laki-laki sudah dianggap cukup umur, anak laki-laki tersebut harus melalui sebuah ujian sebelum benar-benar dianggap sudah dewasa. Saat hari ujian tiba, anak tersebut ditutup matanya, lalu dibawa ke suatu daerah di dalam hutan yang paling dalam. Dia diantar oleh seorang yang tidak dia kenal. Saat malam tiba, tutup mata anak tersebut dilepas, dan anak tersebut ditinggal pergi oleh sang pengantar. Ujian nya adalah anak tersebut harus melalui malam tersebut di tempat itu, tanpa boleh pergi dari sana, tanpa boleh berteriak dan tidak boleh menangis. Jika dia bisa berada di sana dengan selamat, anak tersebut dinyatakan lulus.

Malam sangat pekat apalagi dia berada di tengah hutan. Saking pekat nya malam itu sampai-sampai dia tidak bisa melihat telapak tangannya sendiri. Dalam kegelapan tersebut dia mulai merasa ketakutan. Suara auman serigala, suara-suara binatang lain, bunyi dahan-dahan yang bergemerisik membuatnya semakin ketakutan. Dia sangat ketakutan. Keringatnya mengalir dengan derasnya dari tubuhnya. Tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa. Yang bisa dia lakukan adalah melalui ujian itu meskipun dia sangat ketakutan. Di tengah ketakutannya dia mulai menyalahkan sukunya, terutama ayahnya yang mengharuskan dia mengikuti ujian ini. Dia menganggap ayahnya tidak mengasihinya karena meninggalkan dia sendirian di dalam hutan yang sangat berbahaya.

Satu detik terasa bagaikan satu menit. Waktu terasa berjalan sangat lama. Setelah sekian lama dia berada dalam kegelapan dan ketakutan, seberkas sinar menyinari matanya. Pagi mulai menyingsing. Ia mulai merasa lega. Semakin terang ketakutannya semakin hilang. Dia merasa lega karena dia berhasil mengikuti ujian kedewasaan tersebut.

Saat dia melihat keadaan di sekitarnya, betapa terkejutnya anak tersebut karena ia melihat ayahnya berdiri tidak jauh dibelakang tempat dia berdiri. Sang ayah berdiri dengan anak panah siap ditembakkan, dengan pedang tersarung dipinggangnya, menjagai anaknya tersebut sepanjang malam, dari segala bahaya yang dapat mengancam keselamatan anak nya tersebut. sambil berharap anak nya tidak menangis ataupun berteriak supaya sang anak dapat melalui ujian tersebut dengan baik.


Teman.. sadarkah kita jika kita seringkali seperti anak yang menjalani ujian kedewasaan tersebut? Sadarkah kalau kita sering menyalahkan Tuhan atas masalah yang kita hadapi? Sadarkah bahwa kita sering menuduh atau menyalahkan Tuhan tanpa mau tau apa yang sedang Tuhan lakukan atau Tuhan rencanakan dalam hidup kita?

Semua orang dalam hidupnya pasti mengalami suatu masalah entah itu masalah kecil ataupun besar. Tidak ada seorang pun yang tidak pernah mengalami masalah. Yang ada, coba angkat tangan?? :D Setiap orang pasti pernah mengalami masalah yang membuat dia sangat takut, cemas, atau bahkan sampai tidak tau harus berbuat apa untuk menyelesaikan masalahnya. Seringkali kita merasa kita menghadapi masalah yang terlalu besar sehingga kita tidak bisa mengatasinya.

Teman.. ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah mengijinkan suatu masalah terjadi dalam hidup kita yang melebihi kekuatan kita. Ingatlah bahwa jika Tuhan mengijinkan masalah atau pencobaan tersebut ada dalam hidup kita, pasti kita bisa melaluinya dengan baik. Tapi ingat, dalam menghadapi masalah tersebut kita tidak mungkin menghadapinya sendiri. Lho... katanya tadi tidak ada masalah yang melebihi kekuatan kita, tapi sekarang kok dikatakan kita tidak mungkin menghadapinya sendiri? Ya.. kita dapat menghadapi masalah yang ada jika kita bersama-sama dengan Tuhan. Tuhan akan selalu memampukan kita jika kita selalu berjalan bersama dengan Dia.

Seperti ayah yang melindungi anaknya sepanjang malam, begitulah Bapa kita yang akan selalu menjaga dan melindungi kita sepanjang hidup kita. Dia akan selalu membantu dan menjagai kita dalam hidup kita yang penuh dengan masalah dan pencobaan. Yang perlu kita lakukan hanyalah berusaha menghadapi kegelapan atau masalah dengan sekuat keberanian dan tenaga, dan kemudian serahkanlah segala upaya tersebut ke dalam tangan Tuhan kita. Dengan bantuan dan perlindungan Nya, pastilah kita akan melalui kegelapan dalam hidup kita dan kita pasti akan menemukan seberkas sinar kebahagiaan saat kita berhasil melaluinya.

Mungkin terbersit dalam pikiran kita, kenapa Tuhan mengijinkan adanya pencobaan atau masalah dalam hidup kita? Kan lebih enak kalau kita hidup tanpa masalah? Toh Tuhan tidak perlu repot-repot lagi menjagai kita kalau tidak ada masalah dalam hidup kita?
Teman.. Tuhan mengijinkan kita mengalami masalah atau pencobaan tidak lain hanyalah agar kita dapat semakin tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa. Seperti anak yang mengalami ujian tersebut, setelah melewatinya, dia pasti akan tumbuh menjadi lebih dewasa dan lebih berani dalam melewati hidup. Seperti itu pula hidup kita. Kita akan semakin tumbuh dan tumbuh melalui masalah-masalah yang kita hadapi. jadi, jangan lah mengeluh jika kita menghadapi masalah, tetapi berterimakasilah pada Tuhan karena kita diberi sarana untuk semakin bertumbuh menjadi manusia yang lebih dewasa dalam Dia.

Di bawah ini ada sebuah doa singkat yang mungkin dapat menguatkan kita dalam menjalani hidup kita :
Lord, help me to remember that nothing is going to happen to me today that You and I can't handle together


GBU



-nyo-


Tuesday, July 20, 2010

Cahaya dalam Kegelapan


Malam ini seperti biasa aku pergi ke rumah temanku untuk Persekutuan Doa(PD). Setelah PD aku pulang ke kost ku (ya iyalah.. masa nginep? hahaha). Karena kaca helm ku gelap, selama perjalanan aku buka kaca helm tersebut. Tetapi karena banyak debu dan asap kendaraan yang mengganggu, aku putuskan untuk menutup kaca helm ku itu. Saat aku mengemudi dalam kondisi lebih gelap itu, aku baru menyadari bahwa lampu-lampu jalan, lampu-lampu kendaraan tampak lebih bagus daripada saat aku membuka kaca helm ku. Lampu-lampu tersebut juga tampak lebih indah daripada saat lampu tersebut menyala di siang hari. Betul??

Selama perjalanan aku merenung. Kenapa lampu yang sama bisa tampak lebih indah di malam hari daripada siang hari. Kenapa lampu yang sama pada malam yang sama bisa tampak lebih indah saat aku menutup kaca helm ku daripada saat aku membukanya? jawabnya cuma satu. karena gelap. Gelap membuat lampu tampak semakin bersinar. Semakin gelap keadaan di sekitarnya, lampu tersebut akan tampak semakin jelas dan indah.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, terang atau gelap adalah keadaan kita. Semakin gelap kondisi kita itu berarti semakin banyak masalah yang kita hadapi. Cahaya lampu merupakan berkat Tuhan yang senantiasa menyinari kita. Saat kita berada dalam keadaan yang nyaman, dimana kita hanya menghadapi masalah yang sederhana, seringkali kita merasa berkat Tuhan itu biasa-biasa saja. Tetapi, saat kita menghadapi masalah besar yang sangat berat dan kita berhasil melaluinya bersama Dia, kita dapat merasakan begitu hebat dan indahnya berkat Tuhan tersebut.

Ya... Untuk itulah masalah itu ada. Masalah ada supaya membentu kita menjadi manusia yang lebih baik lagi. Masalah ada untuk membuat kita lebih dewasa. Dan yang terpenting, masalah ada supaya kita selalu ingat pada Tuhan Sang Pencipta kita. Dengan adanya masalah, kita dapat benar-benar berharap padaNya dan setelah berhasil menghadapi masalah tersebut, kita pasti dapat merasakan betapa indahnya kasih Tuhan itu. Semakin besar masalah yang berhasil kita lalui bersamaNya, pasti semakin indah pula berkat Tuhan kita rasakan.

Kegelapan ada supaya CAHAYA bisa tampak lebih terang dan indah.


Berkat Tuhan itu selalu indah. Tidak pernah Tuhan memberikan kepada kita sesuatu yang jelek. Hanya saja terkadang kita tidak merasakannya karena kenyamanan kita (keadaan terang) dan masalah (kegelapan) yang kita hadapi adalah salah satu sarana bagi kita untuk selalu ingat akan indahnya kasih Tuhan tersebut.
Jadi, janganlah takut dalam menghadapi masalah(kegelapan) dalam hidup kita karena semakin besar masalah kita (semakin gelap), semakin besar pula berkat Tuhan (cahaya) itu kita rasakan. Amin.




-Nyo-