Showing posts with label reflection. Show all posts
Showing posts with label reflection. Show all posts

Saturday, June 9, 2012

Bandeng Presto


Ikan bandeng merupakan salah satu ikan yang lezat. Ikan ini disukai karena rasanya yang gurih dan tidak mudah hancur bila dimasak. Namun, dibalik kenikmatan dagingnya, ikan ini memiliki banyak sekali duri yang susah sekali dipisahkan dari dagingnya.
Salah satu cara untuk mengatasi duri ini adalah dengan mengolah ikan bandeng ini menjadi bandeng presto. Seperti yang kita ketahui, dengan di presto, duri yang mengganggu ini menjadi sangat lunak sehingga kita dapat menikmatinya tanpa harus terganggu dengan tulang dan durinya.

Namun, apakah kita pernah mengetahui bagaimana bandeng presto ini dibuat?
Bandeng presto dibuat dengan menggunakan pressure cooker, alat masak yang bekerja dengan cara memberikan tekanan yang tinggi. Tekanan ini telah diatur sedemikian rupa sehingga tulang dan duri bandeng bisa menjadi lunak tetapi tidak sampai merusak daging dari ikan tersebut.

Teman, sadarkah kita, bahwa kita ini seperti ikan bandeng tersebut? 
Mungkin di dalam hidup kita ini, banyak sekali "tulang dan duri" yang dapat membuat hidup kita menjadi tidak menyenangkan bagi Tuhan.
"tulang dan duri" ini dapat berupa macam-macam, seperti kesombongan, hawa nafsu, emosi, iri hati, tidak mengandalkan Tuhan, dll.. 

Karena "tulang dan duri kehidupan" kita ini mengganggu, maka seringkali kita diproses oleh Tuhan dalam sebuah "pressure cooker kehidupan" yakni sebuah kondisi hidup yang penuh tantangan, masalah, tekanan, dll, yang seringkali kita rasa  terlalu berat dan tidak mampu kita hadapi. 
Tetapi kita perlu tau, bahwa tingkat tekanan/pressure dalam "pressure cooker kehidupan" ini sudah Tuhan atur sedemikian rupa, sehingga tekanan tersebut tidak melebihi batas kemampuan kita, akan tetapi cukup kuat untuk melunakkan duri kehidupan kita. Cukup kuat untuk melunakkan ego kita, kesombongan kita, hawa nafsu kita, dll.

1 Kor 10 : 13
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."

So... 
buat teman-teman yang saati ini mengalami berbagai macam tekanan dalam hidup, janganlah menyerah karena segala tekanan itu tidak akan melebihi batas kemampuan kita. Manfaatkan momen ini untuk merenung dan mencari tau.. "tulang dan duri" kita yang mana yang mau Tuhan lunakkan di dalam hidup kita.

Jalani semua itu dengan ketekunan, kesabaran, melalui kerja keras dan doa, sehingga kita dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi pribadi yang lebih kuat, terlebih lagi menjadi pribadi yang dapat membuat Tuhan kita bahagia.
GBU 



-nyo-

Monday, April 16, 2012

Kehidupan Sang Elang


Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.

Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat menyulitkan waktu terbang.

Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan:
1.Menunggu kematian, atau
2.Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.

Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang , berhenti dan tinggal di sana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya
satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan.

Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!

Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.

Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru , kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam , mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri. Dengan pertolongan Roh Kudus kita bisa melewati halangan itu. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu. Perubahan akan terjadi. Maka itu, kita harus berubah!

Friday, April 13, 2012

Cangkir Tanah Liat


Sepasang opa dan oma pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik "Lihat cangkir itu," kata si oma kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si opa.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang penjunan dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop! Stop! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum!" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Sto ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum !"



Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Wanita itu berkata "belum!" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya ! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

Yesus berkata : 'Saudara-saudaraKu, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab kamu tahu bahwa UJIAN terhadap IMANMU menghasilkan KETEKUNAN. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi SEMPURNA dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.' (Yak 1 : 2-4)



Hidup kita seringkali seperti cangkir tanah liat itu. Selama perjalanan hidup kita kita tidak pernah lepas dari masalah entah itu ringan ataupun berat. Saat menghadapi masalah itu tidak jarang kita merasa tidak mampu atau tidak kuat lagi. Kita sering berontak ataupun berteriak "kenapa harus aku yang menghadapi ini?", "Aku tidak mampu lagi menghadapi semua ini", dll. Seperti cangkir itu, seringkali kita tidak tau kenapa kita harus diputar2 sampai kita merasa pusing, ditinju-tinju oleh berbagai masalah yang terus-terusan menerjang, dibakar dalam panasnya perasaan dan derita yang mendera.

Percayalah, melalui semua permasalahan yang kita hadapi, Tuhan sedang membentuk kita, seonggok tanah liat, menjadi cangkir yang indah dimata Nya. Seberat apapun masalah yang kita hadapi, ingatlah bahwa Tuhan tidak akan mengijinkan kita mengalami pencobaan yang melebihi kekuatan kita.
So.. hadapilah dengan penuh semangat, dengan tegar, dan dengan iman yang teguh dalam Tuhan.

Maukah kita dibentuk menjadi lebih indah oleh Tuhan?



-Nyo-

Wednesday, December 8, 2010

Everything Happen for a Reason

"Duh.. kenapa aku harus mengalami hal ini"
"kenapa aku harus berada di posisi ga enak seperti ini sih"
"kalau tau begini, aku ngga mau deh"



Berbagai pernyataan seperti di atas sering kali kita dengar dalam kehidupan kita. Banyak dari kita yang menyesali kondisi yang dihadapi atau pilihan yang sudah kita ambil. Hal ini terjadi karena kita tidak tau apa yang akan kita hadapi di masa yang akan datang. Akan tetapi, kita sebagai anak Tuhan, kita harus selalu percaya bahwa segala sesuatu yang kita alami terjadi bukan tanpa alasan. Tuhan mengijinkan kita mengalami hal tersebut dengan suatu maksud dan tujuan yang mungkin tidak dapat kita mengerti. Tapi percayalah, rencana Nya adalah rencana yang indah, rencana yang terbaik buat hidup kita.

Aku ingin men-sharing kan sedikit pengalaman yang kualami beberapa waktu yang lalu sehubungan dengan hal ini.
Kamis, tanggal 2 Desember kemarin, seperti biasa aku ikut persekutuan doa di KMK Santo Petrus. Sepulang dari KMK, seperti biasa pula kami makan malam bersama. Jam 9 malam kami makan di suatu depot. Saat kami makan, hujan mulai turun. Selesai makan, hujan belum reda, dan jalanan di depan warung tersebut banjir. Beberapa teman yang membawa mobil, memutuskan untuk pulang terlebih dahulu karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Akhirnya, tersisalah 3 orang dari kami yang naik sepeda motor, yaitu aku dan 2 orang teman yang belum lama ini berpacaran, sebut saja si F dan C.

Sebenarnya aku berniat menerobos banjir tersebut. Akan tetapi teman ku mengajak menunggu hujan reda. Akhirnya aku putuskan untuk menunggu. Ternyata hujan semakin deras turun, ditambah dengan angin dan petir yang menyambar-nyambar. Alhasil, semakin lama lagi aku harus menjadi "obat nyamuk" bagi kedua temanku itu. :p

Karena hujan yang deras tersebut, warung menjadi bocor. Kami harus pindah tempat beberapa kali untuk menghindari bocor tersebut. untuk menghindari rasa bosan, aku ambil HP dan mulai SMS an dengan teman-temanku. Tapi itu tidak berlangsung lama karena ternyata pulsa ku habis (kok ya pas.... T.T). Kondisi tersebut semakin diperparah dengan terputusnya listrik dari PLN (mati lampu). lengkap sudah 'penderitaan' ku malam itu. terjebak banjir, jadi obat nyamuk, kebocoran, pulsa abis, dan mati lampu. yeaaahh.... aku harus apa coba???

Akhirnya, sekitar jam setengah 1 pagi (menunggu dari jam 10 malam >.<), hujan mulai reda, dan banjir sudah mulai surut. Kami putuskan untuk memanaskan motor kami dahulu sebelum menerobos banjir. Ternyata, motor teman ku ini mogok. aku berkata dalam hati, "kenapa sih malam ini masalah datang bertubi2?? andai aku tadi langsung pulang aku pasti tidak mengalami semua ini". Motor tetap tidak mau nyala meskipun kita sudah berusaha semampunya. Mau ga mau akhirnya kita putuskan untuk mendorong motor tersebut. Sambil mengendarai motor ku, aku mendorong motor teman ku itu melewati banjir sampai ke rumahnya, setelah itu baru aku pulang ke kost ku. Aku sampai di kost sekitar pukul setengah 2 pagi. Fiuh.. pengalaman yang 'menyenangkan' bukan?

EVERYTHING HAPPEN FOR A REASON

Ya.. Tuhan mengingatkan aku kembali mengenai hal tersebut, bahwa segala sesuatu terjadi pasti ada alasannya. Seperti juga kejadian yang aku alami. Tuhan juga memiliki alasan kenapa membiarkan aku mengalami kejadian yang tidak mengenakkan tersebut. Yang pasti, Tuhan mau melatih kesabaranku dalam menghadapi hal-hal yang tidak mengenakkan seperti itu. Selain itu, Tuhan menempatkan aku di kondisi tersebut untuk membantu teman ku mendorong motornya yang mogok tersebut menggunakan motorku. Bayangkan jika aku langsung pulang pada waktu itu. Mungkin teman ku akan mendorong motornya sambil berjalan kaki menerobos banjir di tengah hujan yang tengah mengguyur. Kasihan sekali bukan?



Oleh karena itu, apapun kondisi kita, enak ataupun tidak, jalanilah dengan baik, dengan penuh syukur dan jangan menggerutu (seperti aku). Percayalah bahwa rencana Tuhan adalah rencana yang indah dan pada akhirnya Dia sudah menyediakan berkat yang melimpah, baik untuk kita sendiri maupun untuk sesama kita.

amin.
Tuhan memberkati



-nyo-

Monday, July 26, 2010

Ujian Kedewasaan


Di suatu daerah di pedalaman, ada sebuah suku yang cukup unik untuk mendewasakan anak laki-laki mereka. Jika seorang anak laki-laki sudah dianggap cukup umur, anak laki-laki tersebut harus melalui sebuah ujian sebelum benar-benar dianggap sudah dewasa. Saat hari ujian tiba, anak tersebut ditutup matanya, lalu dibawa ke suatu daerah di dalam hutan yang paling dalam. Dia diantar oleh seorang yang tidak dia kenal. Saat malam tiba, tutup mata anak tersebut dilepas, dan anak tersebut ditinggal pergi oleh sang pengantar. Ujian nya adalah anak tersebut harus melalui malam tersebut di tempat itu, tanpa boleh pergi dari sana, tanpa boleh berteriak dan tidak boleh menangis. Jika dia bisa berada di sana dengan selamat, anak tersebut dinyatakan lulus.

Malam sangat pekat apalagi dia berada di tengah hutan. Saking pekat nya malam itu sampai-sampai dia tidak bisa melihat telapak tangannya sendiri. Dalam kegelapan tersebut dia mulai merasa ketakutan. Suara auman serigala, suara-suara binatang lain, bunyi dahan-dahan yang bergemerisik membuatnya semakin ketakutan. Dia sangat ketakutan. Keringatnya mengalir dengan derasnya dari tubuhnya. Tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa. Yang bisa dia lakukan adalah melalui ujian itu meskipun dia sangat ketakutan. Di tengah ketakutannya dia mulai menyalahkan sukunya, terutama ayahnya yang mengharuskan dia mengikuti ujian ini. Dia menganggap ayahnya tidak mengasihinya karena meninggalkan dia sendirian di dalam hutan yang sangat berbahaya.

Satu detik terasa bagaikan satu menit. Waktu terasa berjalan sangat lama. Setelah sekian lama dia berada dalam kegelapan dan ketakutan, seberkas sinar menyinari matanya. Pagi mulai menyingsing. Ia mulai merasa lega. Semakin terang ketakutannya semakin hilang. Dia merasa lega karena dia berhasil mengikuti ujian kedewasaan tersebut.

Saat dia melihat keadaan di sekitarnya, betapa terkejutnya anak tersebut karena ia melihat ayahnya berdiri tidak jauh dibelakang tempat dia berdiri. Sang ayah berdiri dengan anak panah siap ditembakkan, dengan pedang tersarung dipinggangnya, menjagai anaknya tersebut sepanjang malam, dari segala bahaya yang dapat mengancam keselamatan anak nya tersebut. sambil berharap anak nya tidak menangis ataupun berteriak supaya sang anak dapat melalui ujian tersebut dengan baik.


Teman.. sadarkah kita jika kita seringkali seperti anak yang menjalani ujian kedewasaan tersebut? Sadarkah kalau kita sering menyalahkan Tuhan atas masalah yang kita hadapi? Sadarkah bahwa kita sering menuduh atau menyalahkan Tuhan tanpa mau tau apa yang sedang Tuhan lakukan atau Tuhan rencanakan dalam hidup kita?

Semua orang dalam hidupnya pasti mengalami suatu masalah entah itu masalah kecil ataupun besar. Tidak ada seorang pun yang tidak pernah mengalami masalah. Yang ada, coba angkat tangan?? :D Setiap orang pasti pernah mengalami masalah yang membuat dia sangat takut, cemas, atau bahkan sampai tidak tau harus berbuat apa untuk menyelesaikan masalahnya. Seringkali kita merasa kita menghadapi masalah yang terlalu besar sehingga kita tidak bisa mengatasinya.

Teman.. ingatlah bahwa Tuhan tidak pernah mengijinkan suatu masalah terjadi dalam hidup kita yang melebihi kekuatan kita. Ingatlah bahwa jika Tuhan mengijinkan masalah atau pencobaan tersebut ada dalam hidup kita, pasti kita bisa melaluinya dengan baik. Tapi ingat, dalam menghadapi masalah tersebut kita tidak mungkin menghadapinya sendiri. Lho... katanya tadi tidak ada masalah yang melebihi kekuatan kita, tapi sekarang kok dikatakan kita tidak mungkin menghadapinya sendiri? Ya.. kita dapat menghadapi masalah yang ada jika kita bersama-sama dengan Tuhan. Tuhan akan selalu memampukan kita jika kita selalu berjalan bersama dengan Dia.

Seperti ayah yang melindungi anaknya sepanjang malam, begitulah Bapa kita yang akan selalu menjaga dan melindungi kita sepanjang hidup kita. Dia akan selalu membantu dan menjagai kita dalam hidup kita yang penuh dengan masalah dan pencobaan. Yang perlu kita lakukan hanyalah berusaha menghadapi kegelapan atau masalah dengan sekuat keberanian dan tenaga, dan kemudian serahkanlah segala upaya tersebut ke dalam tangan Tuhan kita. Dengan bantuan dan perlindungan Nya, pastilah kita akan melalui kegelapan dalam hidup kita dan kita pasti akan menemukan seberkas sinar kebahagiaan saat kita berhasil melaluinya.

Mungkin terbersit dalam pikiran kita, kenapa Tuhan mengijinkan adanya pencobaan atau masalah dalam hidup kita? Kan lebih enak kalau kita hidup tanpa masalah? Toh Tuhan tidak perlu repot-repot lagi menjagai kita kalau tidak ada masalah dalam hidup kita?
Teman.. Tuhan mengijinkan kita mengalami masalah atau pencobaan tidak lain hanyalah agar kita dapat semakin tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa. Seperti anak yang mengalami ujian tersebut, setelah melewatinya, dia pasti akan tumbuh menjadi lebih dewasa dan lebih berani dalam melewati hidup. Seperti itu pula hidup kita. Kita akan semakin tumbuh dan tumbuh melalui masalah-masalah yang kita hadapi. jadi, jangan lah mengeluh jika kita menghadapi masalah, tetapi berterimakasilah pada Tuhan karena kita diberi sarana untuk semakin bertumbuh menjadi manusia yang lebih dewasa dalam Dia.

Di bawah ini ada sebuah doa singkat yang mungkin dapat menguatkan kita dalam menjalani hidup kita :
Lord, help me to remember that nothing is going to happen to me today that You and I can't handle together


GBU



-nyo-


Wednesday, May 26, 2010

Yoh 3:16


Ada dua orang sahabat karib, sebut saja namanya A dan B. Meskipun mereka bersahabat karib, mereka memiliki prinsip yang sangat berbeda. Si A memiliki prinsip "muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga". karena memiliki prinsip demikian, si A mencoba segala kesenangan duniawi, mulai dari rokok, alkohol, narkoba, free sex, judi, dll, dll. Berkebalikan dengan si A sahabatnya, si B memiliki prinsip "hidup lurus-lurus saja". Seringkali si A mengajak si B untuk mengikutinya, tetapi si B terus menolak.
si A : "malam minggu ikut aku ke diskotik yuk"
si B : "ngga ah"
si A : "ayo lah, di sana banyak cewek-cewek cakep dan seksi lho"
si B : "ngga ah, aku ngga mau ke diskotik"

Sampai akhirnya setelah lulus kuliah, si A dan B menempuh jalan hidup yang berbeda. Si A menjadi orang yang sukses di sebuah kota, sedangkan si B memutuskan untuk kembali ke kampung nya untuk membantu ayahnya. Karena gaya hidupnya yang tidak benar, pelan-pelan si A mulai terjerat masalah. Semakin lama masalah yang dia hadapi semakin banyak sehingga membuat si A stress. Dalam kondisi tersebut, muncul keinginan untuk lari dari masalah-masalah nya tersebut dengan cara bunuh diri. Akan tetapi, sebelum bunuh diri, si A teringat sahabatnya yang berada di kampung. Akhirnya dia memutuskan untuk menemui sahabatnya itu sebelum dia mati.

Pergilah si A ke kampung halaman si B. Setelah melepas kangen, si A mulai menceritakan semua masalah yang dia alami serta keinginannya untuk bunuh diri. Si B
berusaha menasehati sahabatnya tersebut, tetapi karena si A adalah orang yang keras kepala, semua nasihat si B tidak didengar samasekali oleh si A. Akhirnya si B menyerah menasehati sahabatnya tersebut.

Kebetulan saat itu si B mau berangkat memancing dengan ayahnya. Jadi si B mengajak si A memancing di laut bersama dengan ayahnya.
Si B : "Kebetulan aku dan ayahku mau mancing di laut. Yuk ikut"
Si A : "Duh, aku malas mancing"
Si B : "Ayolah. Sebentar lagi kamu kan mau mati. Apa salahnya kamu mancing dengan aku untuk terakhir kalinya."
Si B : "Hmm.. Benar juga. Ok aku ikut"
Akhirnya Si A dan B beserta ayah si B berangkat ke laut untuk memancing.



Mereka bertiga menaiki kapal, lalu berangkat ke tengah laut untuk memancing. Saat mereka memancing, cuaca yang tadinya cerah berubah menjadi badai. Badai mengombang-ambingkan kapal yang mereka naiki. Sampai suatu ketika ada ombak besar yang menghantam kapal mereka yang menyebabkan si A dan B terlempar ke laut. Si A terlempar ke sisi kiri kapal, sedangkan si B terlempar ke sisi kanan kapal. Ayah si B panik melihat mereka berdua terlempar ke laut. Dengan segera dia mencari pelampung yang ada di dalam kapal. Ternyata, pelampung cuma ada 1. Jika dia lemparkan pada si A, si A akan selamat, sedangkan si B anaknya akan mati. Sebaliknya, jika dia lemparkan pada si B, anaknya tersebut akan selamat sedangkan si A akan mati. Sang ayah mengalami dilema yang sangat besar.

Akhirnya, dia menoleh ke si B anaknya lalu berkata "Anakku, sampai jumpa di surga", kemudian dia melemparkan pelampungnya ke si A. Akhirnya si A selamat sementara si B anaknya mati ditelan badai.


Saat membaca cerita ini, mungkin banyak dari kita yang berpikir bahwa cerita ini adalah cerita yang mustahil. Ngga mungkin ada ayah yang seperti itu. Ngga mungkin ada ayah mana yang mengorbankan anaknya demi menyelamatkan orang lain, terlebih lagi orang tersebut jelas-jelas orang yang bisa dibilang bejat, orang hidupnya tidak benar. Tapi itulah kenyataan yang terjadi. Kalau sang ayah tidak melemparkan pelampungnya pada si A, saya dan teman-teman sekalian tidak mungkin ada saat ini. Kita bisa hidup sampai sekarang ini karena Bapa sudah mengorbankan anak yang sangat dikasihiNya untuk menyelamatkan kita yang penuh dengan noda dosa ini. Ya, kitalah si A tersebut. Allah Bapa telah mengorbankan nyawa anakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus di kayu salib untuk menyelamatkan kita dari kuasa maut. Allah Bapa telah mengorbankan Anaknya yang tunggal untuk menebus dosa-dosa kita.

Yohanes 3 : 16
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal"


Marilah kita, yang sudah ditebus dengan darah Tuhan Yesus di kayu salib, selalu hidup sesuai dengan kehendak Allah. Jangan kita salibkan Yesus untuk kedua kalinya karena dosa-dosa yang kita lakukan. GBU



-nyo-

Wednesday, April 28, 2010

Oleh BilurNya Kamu Sembuh

Beberapa waktu lalu, aku mengikuti sebuah KRK (Kebangkitan Rohani Katolik) yang diadakan oleh KTM(Komunitas Tritunggal Mahakudus) di SSCC PTC, Surabaya. Pembawa firman dalam acara KRK tersebut adalah Romo Yohanes Indrakesuma. Sebagai info, romo Yohanes ini terkenal di kalangan umat katolik karena beliau diberi kuasa penyembuhan oleh Tuhan.

Seperti yang sudah kuduga sebelumnya, jika beliau yang membawakan firman, banyak sekali umat yang datang, terutama yang memiliki penyakit, dengan harapan dapat memperoleh kesembuhan atas penyakit yang dideritanya.SSCC PTC penuh dihadiri oleh berbagai kalangan umat, baik yang sehat-sehat sampai yang menderita penyakit.

Dalam kotbahnya, beliau berkata bahwa ada beberapa jenis penyakit yang dialami manusia, yaitu :
1. Sakit fisik, yang biasa kita alami sehari-hari seperti luka, batuk, pilek, dll
2. Sakit batin atau luka batin, ini biasanya dialami oleh seseorang karena kepahitan yang mendalam kepada orang lain.
3. Sakit rohani. Sakit ini disebabkan oleh karena dosa-dosa yang kita lakukan. Sakit ini akan merusak hubungan kita dengan Tuhan.
4. Gangguan roh jahat. Seringkali kita tidak sadar dengan penyakit ini. Beberapa contoh penyakit ini adalah : pergi ke paranormal atau dukun, pakai jimat, dll

Jika kita mengalami satu atau lebih jenis penyakit di atas, kita harus disembuhkan, karena penyakit-penyakit tersebut dapat mempengaruhi kehidupan kita ke depan, baik secara jasmani maupun secara rohani.


Dalam kotbahnya beliau juga berkata, bahwa bukan beliau yang menyembuhkan penyakit-penyakit yang dialami orang lain, tetapi Tuhan Yesus sendiri yang menyembuhkan. Jadi, untuk bisa mendapatkan kuasa penyembuhan, kita harus sadar secara penuh, bahwa bukan manusianya (rm Yohanes) yang menyembuhkan, tetapi Tuhan Yeus sendiri. Iman kita akan Yesus itulah yang akan memberikan kesembuhan kepada kita. Jadi... jangan menaruh iman kepada orang nya, tetapi taruh lah iman dan harapan hanya kepada Tuhan. Manusia hanyalah alat yang digunakan oleh Tuhan untuk menyembuhkan orang lain.
Yesaya 53 : 5 ".... dan oleh bilur-bilurNya kita menjadi sembuh"

Dengan kebangkitan Kristus kita telah dimenangkan oleh karena iman kita kepadaNya. oleh karena itu, hendaklah kita memiliki iman yang nyata kepada Tuhan ("Tuhan pasti akan menyembuhkan saya") dan jangan iman yang samar-samar ("Semoga Tuhan menyembuhkan saya"). Apapun yang kita alami, percayalah bahwa bagi Dia tidak ada yang mustahil. jadi, berimanlah secara penuh kepada Nya, jangan ragu lagi. Bukalah hati kita secara penuh kepada Tuhan, sehingga kita dapat merasakan dan menerima berkat yang luarbiasa berlimpah yang Tuhan berikan kepada kita secara cuma-cuma.

Hati kita seperti botol yang kosong. Jika tertutup rapat, meskipun direndam air akan tetap kosong.
Berkat Tuhan selalu tersedia bagi kita. Kita hanya perlu membuka hati kita kepadaNya, maka kita akan merasakan berkatNya dalam hidup kita

Jadi seberat apapun penyakit yang kita alami, percayalah secara penuh bahwa Tuhan Yesus akan menyembuhkan penyakit tersebut. Semoga Tuhan memberkati kita.
Amin.



-nyo-

Thursday, March 25, 2010

Kisah Pencuci Uang

Bulan februari kemarin, menjelang tahun baru imlek, aku membaca sebuah berita di koran yang menceritakan seorang laki-laki yang bekerja sebagai pencuci uang. eits... jangan berpikiran aneh dulu. Bukan mencuci uang yang artinya perbuatan yang menggunakan uang hasil tindak pidana melainkan benar-benar pekerjaan nya adalah mencuci uang kertas. Dengan menggunakan zat kimia dia mencuci uang tersebut dan membersihkannya dari kotoran-kotoran sehingga uang kertas tersebut tampak seperti baru.

Jasa pencucian uang ini laku saat mendekati tahun baru. Ternyata orang-orang banyak yang mencucikan uang mereka supaya terlihat seperti uang baru, dan mereka gunakan sebagai angpao saat perayaan tahun baru.
Pernahkah kita berpikir bahwa pencuci uang itu seperti Tuhan kita,dan kita adalah uang kertasnya?
Pada saat kita lahir mungkin kita seperti uang kertas yang masih baru. Masih licin , bersih. dan tidak ada noda ataupun lipatan sama sekali. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan waktu , sedikit demi sedikit muncul noda ataupun lipatan pada uang itu. Terkadang pada uang tersebut tertambah noda yang kecil, terkadang malah terkena noda yang cukup besar. Sampai akhirnya, uang kertas yang pada awalnya begitu bersih menjadi lusuh dan kotor.

Noda-noda dan lipatan tersebut adalah dosa-dosa kita. Seringkali dalam hidup kita berbuat dosa, entah itu kecil ataupun besar. Entah dosa tersebut dengan sadar kita lakukan ataupun tidak. Yang pasti dosa-dosa tersebut meninggalkan noda dalam diri kita.

Nah, bagaimana cara kita membersihkan diri kita dari dosa-dosa ini? Datanglah pada satu-satunya Pencuci/Penghapus Dosa yang ada di dunia ini, yaitu Tuhan sendiri.
I Yoh 2:1 "Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil."

Datanglah padaNya dengan penuh penyesalan atas dosa-dosa yang telah kita perbuat. Dia akan dengan senang hati mengampuni segala dosa-dosa kita. Dia dengan senang hati mencuci dan membersihkan noda-noda dosa dari tubuh kita. Tidak seperti bapak pencuci uang itu yang mencuci uang dengan menggunakan zat kimia, Tuhan mencuci dosa-dosa kita dengan DARAHNYA SENDIRI yang tertumpah di kayu salib. Dengan darahNya sendiri Tuhan Yesus membersihkan semua noda dan bekas lipatan dosa yang ada pada diri kita.
Matius 26:28 "Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa."

Dan satu hal lagi yang perlu kita ingat. Tidak seperti pencuci uang yang menarik biaya untuk tiap lembar uang yang sudah dia cuci, Tuhan Yesus TIDAK PERNAH MEMUNGUT BIAYA APAPUN pada kita saat Dia merentangkan tanganNya di kayu salib untuk mencuci(menebus) dosa-dosa kita. Jadi, kita ini Dia tebus secara CUMA-CUMA . Hanya satu yang Tuhan minta yaitu supaya kita hidup dengan benar sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah. Tuhan hanya ingin kita hidup dengan baik, hidup yang sesuai dengan kehendakNya, dan tidak berbuat dosa lagi. Hanya itu yang Tuhan mau dari kita....


Pertanyaan bagi kita sekarang, apakah kita mensyukuri anugerah Tuhan yang diberikanNya secara cuma-cuma ini dengan menuruti apa yang dikehendakiNya? Ataukah, karena kita ditebus secara gratis terus kita dengan gampangnya berbuat dosa lagi dengan pemikiran bahwa Tuhan akan selalu mau mencuci(mengampuni) dosa-dosa kita? Tegakah kita membiarkan darah Nya terus tertumpah untuk menghapus dosa-dosa kita? Ngga kan??? Oleh karena itu, marilah kita bertobat, kita datang kepadaNya dengan membawa seluruh dosa dan kesalahan kita. Kita mohon ampun pada Nya dan berjanji bahwa kita mau SELALU hidup sesuai dengan kehendakNya supaya darah yang telah Tuhan tumpahkan di kayu salib bagi kita tidak tertumpah secara sia-sia tetapi benar-benar menjadi berkat bagi kita semua. Amin.
Yoh 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."



-nyo-


Friday, March 5, 2010

What Will We Do?

Kamis kemarin seperti biasa aku mengikuti acara persekutuan KMK st. Petrus (KMK = Keluarga Mahasiswa Katolik) di daerah UK Petra. Tema KMK kemarin adalah Make action with Jesus dengan pembicara ibu Yuriko. Di tengah-tengah materi yang ia bawakan, ada 1 pertanyaan yang menurut aku sangat bagus dan sangat penting untuk kita renungkan.
Jika Tuhan bilang hari ini adalah hari terakhir anda sebelum anda dipanggil pulang... apa yang akan anda lakukan??

Berbagai jawaban keluar dari mulut teman-teman ku dan aku. Setelah itu baru beliau menjelaskan mengenai pertanyaan itu.

Hari ini, aku berpikir kira-kira apa jawaban teman-teman ku yang lain jika mendapat pertanyaan seperti itu. Jadi aku menulis pertanyaan itu di facebook dan di status YM ku dengan harapan teman-temanku akan membaca dan menjawabnya. Ternyata benar. Beberapa temanku menjawab pertanyaan itu. Jawabannya sangat bervariasi. Dibawah ini adalah beberapa jawaban dari teman-temanku :

*ya ga ngapa2 in. kerja kayak biasa ato tidur jadi moro2 bangung udah ketemu Tuhan*

*minta maaf kesemua orang yg pernah aku kasari n aku kecewakan.. heheh*

*bikin pesta syukuran n mendonasikan semua hartaku utk yg membutuhkan.*

*Yah packing" toh... Siapin apa yg kira" perlu dibawa...*

*mau keliling minta maaf ke papa, mama, saudara, dan teman-teman* me : sungkem... ^^

*byr utang dulu,biar nti nggak kepikiran di surga*

*ya kt introspeksi kesalahan dan bertobat wlpn pd saat trakhr, 1 hr doang, msh untung diksh pemberitahuan sm Tuhan, ga mendadak gt..* me : tobat... tobat... :D

*mau nembak cewek* me : glodaaaakkkkkk

*Mau berbuat baik kepada sesama*

*minta Tuhan hukum org yg selalu merasa paling benerrrrr....* me : kyk nya ada kepahitan ni... ayooo belajar untuk mengampuni ^^

*jk Tuhan berkata demikian, mk aku akan berbuat yg terbaik hari ini utk kemulian namaNya*

*aku mau pergi ke gereja*

*aku mau berbuat baik bagi sesama*

*aku mau seneng-seneng*

*aku mau mengaku dosa di gereja*

*de el el....*

Ya itu sebagian dari jawaban teman-temanku yang berhasil aku kumpulkan. terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan jawabannya. :D

Dari jawaban-jawaban yang ada dapat kita lihat, saat kita tahu bahwa hidup kita tinggal sedikit lagi, kita akan melakukan sesuatu yang terbaik dalam hidup ini. Mungkin buat yang merasa melakukan banyak melakukan kesalahan, yang terbaik yang dapat dilakukan adalah meminta maaf pada semua orang yang telah mereka sakiti termasuk Tuhan. Buat mereka yang merasa masih kurang berbuat baik pada sesama, yang dapat dilakukan adalah berbuat baik terhadap sesama, melakukan kegiatan amal, dll. Ada juga yang pasrah dan hanya melakukan aktivitasnya seperti biasa. Atau.. ada juga berpikiran mau melakukan hal yang mungkin belum dilakukan seperti bersenang-senang ataupun nembak cewek ^.^... Yang pasti, kita semua akan melakukan hal yang terbaik yang dapat kita lakukan.

Nah, itu jika Tuhan memberi tahu kepada kita kapan Dia akan memanggil kita. Kenyataannya, kita tidak pernah tau kapan Tuhan akan memanggil kita. Apakah 10 tahun lagi?? 20 tahun lagi?? 1 hari lagi?? atau bahkan 1 menit lagi?? Itu adalah rahasia Tuhan yang kita tidak tau dan tidak akan pernah tau.

Jika sebelum kita melakukan hal-hal tersebut kita sudah dipanggil, apakah kita akan menyesal? Pasti. Kita pasti akan menyesalinya, mengapa hal-hal tersebut tidak kita lakukan dari dulu. Kita pasti menyesal mengapa kita menunda melakukan hal-hal tersebut. Betul???

Nah, supaya kita tidak menyesal, mengapa kita tidak melakukannya dari sekarang? Yang punya salah, segeralah minta maaf baik kepada Tuhan maupun kepada sesama. Bagi yang merasa jarang ke gereja, marilah kita lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, salah satunya adalah dengan ke gereja. Bagi yang merasa hidupnya masih menyimpang, seperti freesex, drugs, dll, marilah kita tinggalkan semua itu dan kembali kepada Nya. Bagi yang merasa hidupnya kurang baik terhadap sesama, marilah kita hidup lebih baik lagi kepada sesama. Marilah kita selalu hidup sesuai dengan apa yang Dia kehendaki. atau dalam istilah kerennya HSDPA. Bukan HSDPA yang berupa protpkol utk transmisi data lho ya...
HSDPA : Hidup Seturut Dengan Perintah Allah
Sehingga... Kita tidak perlu bingung memikirkan apa yang akan kita lakukan jika Tuhan akan memanggil kita. Kita hanya perlu menjalankan hidup kita seperti biasa karena kita setiap hari sudah melakukan yang terbaik bagi Dia.

Aku berharap suatu saat nanti, jika aku kembali melemparkan pertanyaan ini baik kepada diriku sendiri maupun kepada teman-teman, aku tidak lagi mendapatkan jawaban yang bervariasi seperti di atas, tetapi hanya satu jawaban :
Hidup seperti biasa saja, karena setiap hari aku sudah melakukan yang terbaik bagi Tuhan.

Amin...


NB: Sudahkah kita melakukan yang terbaik bagi Dia hari ini???




-nyo-

Monday, February 15, 2010

Facing Our Giants


Guys, sudah nonton film Facing the Giants belum??? Buat yang belum nonton, ayo segera menonton film itu. Dijamin ngga rugi d. Karena di sana banyak sekali yang dapat kita petik untuk pertumbuhan kehidupan rohani kita.

Sama seperti para tokoh dalam film itu yang berperang menghadapi masalah-masalah (giants/raksasa) mereka masing-masing, kita juga pasti sering mengalami masalah-masalah kita masing masing.Ada kalanya masalah yang kita hadapi hanyalah sebesar semut yang dapat kita selesaikan dengan mudah dan cepat. Tapi ada kalanya juga masalah yang kita hadapi sangatlah besar seperti raksasa yang mustahil untuk kita lawan. Seringkali kita menjaditakut, khawatir bahkan putus asa saat menghadapi masalah yang seperti ini. Atau malah kita malah jadi membenci ataupun menyalahkan Tuhan atas masalah yang kita hadapi.

Di film tersebut diceritakan bagaimana mereka bisa mengatasi masalah-masalah mereka dengan baik dalam bimbingan Tuhan. Mari kita belajar dari film tersebut.
Bagaimana cara kita menghadapi Giants Yang ada di hadapan kita ini?

1. Berserahlah secara penuh
Dalam film dapat kita lihat pelatih Grant Taylor yang berserah secara penuh kepada rencana dan kehendak Tuhan dalam hidupnya. Dia berserah penuh kepada Tuhan, menjalankan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidupnya, seperti kemungkinan tidak memiliki anak, dipecat dari jabatannya sebagai pelatih, dll.
Dalam hidup, kita juga pasti memiliki masalah yang berat seperti pelatih Grant Taylor. Supaya kita bisa menghadapi masalah itu dengan baik, serahkan lah segalanya pada Tuhan. Dia adalah perencana yang sempurna dalam hidup kita. Yang harus kita lakukan adalah ikuti dan lakukan apa yang Dia kehendaki dalam hidup kita meskipun tersasa berat dan menyakitkan dengan penuh iman, sehingga seberat apapun yang kita hadapi kita tetap dapat mengatakan pada Tuhan:
”I still love You, Lord” - Broke taylor.

2. Ubah tujuan hidup mu.
Apa tujuan dari hidup kita? Kekayaan? Kejayaan? Ketenaran? Kesenangan? Setiap orang pasti memiliki tujuan hidup masing-masing. Ada yang merasa tujuan nya sudah tercapai saat dia menjadi orang yang kaya. Atau ada yang merasa tujuannya tercapai saat dia menjadi orang yang terkenal. Tetapi, setelah itu tercapai, apa yang akan kita lakukan? Atau, saat kita gagal meraih nya, hidup kita serasa tidak berarti lagi.
Ingatlah… Tujuan kita diciptakan di dunia ini adalah untuk mencintai dan memuliakan Tuhan dalam kehidupan kita. Apa yang kita miliki atau lakukan dalam hidup adalah sarana kita untuk memuliakan Tuhan. Jadikan seluruh hidup kita sebagai persembahan dan pelayanan yang layak bagi Tuhan.
Jesus said : “the most important thing you could do with your life is to love God with everything you are and love others as yourself.”
Dan jangan lupa, dalam hidup ini kita juga pasti mengalami berbagai kegagalan. Saat mengalaminya, marilah kita segera bangkit kembali, tidak berlarut dalam kegagalan. Jangan salahkan Tuhan jika kita mengalami suatu kegagalan karena kegagalan itu merupakan salah satu sarana dari Tuhan untuk membentuk kita menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu, muliakanlah Dia baik dalam keberhasilan kita maupun dalam kegagalan kita.
”If we win, we praise Him. And if we lose, we praise Him” - Grant taylor.

3. Persiapkan dirimu dengan sebaik-baiknya.
Diceritakan bahwa ada dua orang petani yang mengharapkan hujan dari Tuhan untuk mengairi ladangnya. Petani yang satu mempersiapkan ladangnya dengan baik sambil menunggu hujan, sedangkan petani yang lain hanya diam saja menunggu hujan. Kira-kira kepada siapakah Tuhan akan menurunkan hujan Nya?

Saat kita menghadapi masalah, jangan jadikan masalah itu penghambat kita untuk maju melainkan jadikan masalah itu sebagai tempat kita bertumbuh. Ambil pelajaran dari masalah-masalah yang kita hadapi dan Jadikan masalah itu sebagai sarana untuk mempersiapkan ladang hidup kita. Sehingga saat nanti Tuhan akan menurunkan hujan berkat Nya, ladang hidup kita ini sudah siap untuk menerima hujan berkat tersebut.
“God will send the rain when He is ready. You need to prepare your field to receive it.” - Mr. Bridges

4. Jangan memandang rendah dirimu sendiri.
Kita lihat sosok David di film tersebut. David merupakan kicker di team football yang bertubuh kurus dan kecil. Dia merasa minder karena hanya mampu menendang bola sejauh 35 yard. Jarak yang pendek untuk ukuran kicker pada umumnya. Saat dia menghadapi keadaan bahwa dia harus menendang sejauh 51 yard, awalnya dia merasa itu mustahil. Akan tetapi pada akhirnya dia yang menjadi penentu kemenangan tim nya dengan melakukan tendangan sejauh 51 yard tersebut.

Seringkali kita juga merasa seperti David. Kita merasa kita ini diciptakan tanpa memiliki keistimewaan apa-apa dibandingkan dengan orang lain yang memiliki talenta yang beraneka ragam sehingga kita tidak mampu menghadapi masalah yang kita hadapi. Kita seringkali mundur sebelum mencoba. Ingatlah… Tuhan menciptakan kita dengan segala keterbatasan kita adalah untuk menunjukkan kebesaranNya. Dia pasti akan memampukan kita untuk menghadapi masalah-masalah kita dengan segala keterbatasan kita. Sehingga jika kita yang serba terbatas ini berhasil menghadapi masalah kita orang-orang dapat melihat kebesaran Tuhan melalui segala keterbatasan kita itu.
“Why would He make me so small and weak?“ - David Childers
"To show how mighty He is.” - Larry Childers

5. Jangan menyerah, terus berjuang, dan lakukan yang terbaik.
Ada adegan di film tersebut yang menceritakan bahwa Brock, kapten dari tim football tersebut, yang mengatakan bahwa tim lawan lebih kuat dari tim nya. Karena itu pelatih memintanya melakukan death crawl (merangkak dengan telapak tangan dan kaki tetapi lutut tidak boleh menyentuh tanah, sambil menggendong seseorang di punggungnya). Saat ditanya sang pelatih, Brock mengatakan bahwa dia dapat melakukannya sejauh 50 yard tanpa menggendong orang, atau 30 yard dengan menggendong seseorang. Sang meminta Brock untuk melakukan death crawl itu dengan segala kemampuannya, dengan mata di tutup supaya Brock tidak mengetahui seberapa jauh dia sudah melakukannya. Dan hasilnya? Disertai dengan dukungan semangat dari pelatih, dia mampu melakukan death crawl itu sepanjang lapangan (160 Yard!!!). Luar biasa.

Dalam hidup kita, seringkali kita seperti Brock. Kita membatasi diri kita sendiri dengan batasan-batasan yang ada dalam pemikiran kita. Batasan-batasan itu membuat kita menyerah untuk berjuang saat kita sudah berada di batas tersebut. Padahal, mungkin Tuhan sudah menunggu kita 1 yard di depan batasan kita itu dengan berkat-berkat Nya yang sudah dipersiapkan buat kita. Memang, semakin lama kita melangkah, semakin berat langkah yang kita lakukan. Saat itu terjadi, yang perlu kita lakukan adalah terus berjalan dengan iman bahwa Dia sudah menunggu kita 1 yard di depan kita.
“Don’t quit... Keep going… Do your best… Give everything you got…” - Grant Taylor

6. Percayalah tidak ada yang mustahil bagi Tuhan
Pada awalnya, siapa yang menyangka tim Shiloh Eagle yang dari dulu hanyalah tim biasa-biasa yang tidak pernah juara, tiba-tiba bisa sampai ke final. Orang-orang mengatakan itu keajaiban. Tetapi lawan yang dihadapinya di final adalah tim yang sangat kuat, yang tidak pernah kalah, yaitu tim Richland Giant. Semua orang menyangsikan bahwa mereka bisa menghadapi Giant memiliki jumlah pemain 3x lipat lebih banyak daripada tim eagle. Tetapi mereka membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil dengan memenangkan kejuaraan tersebut.
Juga dalam hidup pelatih Grant Taylor yang divonis hampir mustahil memiliki anak, akhirnya dia bisa memiliki anak. Bahkan di akhir film, diceritakan dia memiliki 2 orang anak.

Begitu juga dalam hidup kita. Seringkali kita menghadapi masalah yang menurut kita itu sudah diluar batas kemampuan kita. Kita mustahil dapat menghadapi nya. Ingatlah, bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Seberat apapun masalah yang kita hadapi, jika kita selalu berserah pada Tuhan, Dia akan mampukan kita menghadapi masalah yang kelihatannya mustahil tersebut.
“God can do whatever he wants to do, however he wants to do it” - Grant Taylor


Itulah sebagian pelajaran yang dapat kita petik dari film Facing the Giant ini. Semoga film ini dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi kita semua dalam menjalani hidup kita yang berat, yang penuh dengan masalah. Marilah kita hadapi “Giant-Giant” (masalah) kita ini dengan penuh penyerahan pada bimbingan Tuhan sehingga pada akhirnya nanti, saat orang bertanya pada kita “What is impossible with GOD?”, kita dapat dengan mantap menjawabnya, “NOTHING”. GBU



-nyo-





Monday, January 4, 2010

Pelajaran natal 2009 : Berserah

25 Desember 2009. yaaaa... satu lagi uplot yang terlambat... semoga masih tetap bisa membawa berkat bagi kita semua.. amin????

Begini ceritanya....
Jam 10.30 aku mengikuti misa natal muda mudi di gereja Santo Yusuf jember. Setelah misa, mudika paroki ini mengadakan acara keakraban di aula SDK maria Fatima yang tempatnya tepat di sebelah gereja. Aku ikut acara itu karena kakak ku juga bertugas dalam acara itu. Acara nya lumayan asik. Ada game yang dibawakan oleh adik-adik mudika, ada pujian yang dibawakan oleh teman-teman dari Persekutuan Doa Muda Mudi, dan juga ada sajian paduan suara. Saat aku mau pulang, ternyata sandal ku hilang. O iya, di aula, semua diharuskan melepas alas kakinya di luar aula. Aku cari berkeliling di sekitar aula, tetapi tidak ketemu. Rasa jengkel sekali mengetahui sandal ku hilang, apalagi melihat bahwa sandal itu baru aku beli 3 bulan yang lalu.

Saat aku berputar-putar mencari sandal yang hilang itu, hujan turun dengan deras. Mau ngga mau aku harus menunggu hujan berhenti sebelum aku pulang karena aku dan kakak ku naik sepeda motor. Untuk mengisi waktu yang kosong selama kita semua menunggu hujan, teman-teman dari PD muda mudi memutuskan untuk mengajak teman-teman yang lain untuk menaikkan lagu-lagu pujian. Aku diminta untuk mendokumentasikan acara dadakan itu karena kebetulan aku membawa kamera. Dengan perasaan masih bersungut-sungut aku memfoto teman-teman yang dengan riangnya membawakan pujian bagi Tuhan sambil bergerak, sambil sesekali aku melihat ke tempat aku melepas sandal ku dengan harapan siapa tahu sandalku sudah kembali.

Lama-lama aku mulai terbawa suasana dan dengan enjoy aku mendokumentasikan acara itu. Aku mulai merelakan sandalku yang hilang itu. Di sela-sela kegiatan ku mendokumentasikan, aku berdoa singkat, “Tuhan, aku berserah padaMu apapun yang terjadi pada sandalku. Aku tau Engkau pasti memberikan yang terbaik untuk ku.” Aku berusaha melupakan sandalku itu dan mengikuti acara sampai hujan reda.

Setelah hujan reda, aku dan kakak ku memutuskan untuk pulang. Saat berada di luar aula, aku sangat terkejut melihat sandalku “kembali” ke tempat semula dalam keadaan kering. Padahal sandal-sandal yang lain basah kuyub karena kehujanan. Thanks GOD….. Akhirnya aku tidak pulang “nyeker”(tanpa alas kaki) seperti yang aku pikirkan sebelumnya.

Ya… dari kejadian ini aku mendapat sebuah pelajaran berharga di hari natal, dimana kita harus selalu berserah pada Dia apapun kondisi kita. Dan juga, kita harus selalu total dalam melayani Dia meskipun kita sedang dalam kondisi yang susah atau tidak menyenangkan. Kita harus selalu yakin, dengan menyerahkan segala sesuatu pada Nya, pada akhirnya nanti kita akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa. Bahkan sesuatu yang menurut kita mustahil dapat terjadi jika kita selalu berserah pada Dia.

Semoga berkat natal menyertai kita Semua. Amin…


-nyo-

Sunday, January 3, 2010

Kenakalan Tuhan

24 Desember 2009, malam natal. yah... harusnya ini di uplot pas malam natal... berhubung, di rumah ngga ada koneksi internet, jadinya baru di uplot d. hehehe... semoga masih bisa membawa berkat bagi teman2.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, aku mudik ke kota kesayangan ku di Jember untuk melewatkan natal dan tahun baru di sana, karena kebetulan kantorku libur mulai dari sebelum natal sampai dengan setelah tahun baru. Dan seperti biasa pula, setiap malam natal, aku mengikuti misa natal di gereja Santo Yusuf jember.

Misa malam natal dipimpin oleh Romo Deni. Yang membuat aku kaget, waktu khotbah, dia mengatakan saat natal atau saat kelahiran Yesus Kristus ini merupakan kenakalan Tuhan. Lho… Tuhan kok nakal???


Demikian beliau menjelaskan mengapa dikatakan Tuhan itu nakal :
Kenakalan Tuhan yang pertama adalah kelahiran Tuhan Yesus yang dilahirkan oleh seorang perawan bernama Maria. Mengapa Tuhan memilih seorang perawan dan bukan ibu-ibu? Apa Tuhan memilih yang masih baru, masih gress dan ngga mau yang bekas? Begitu kelakar romo Deni.
Kemudian beliau menjelaskan. Perawan merupakan simbol dari kemurnian. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus hadir ke dunia ini dalam kemurnianNya. Tidak tercemar oleh apapun juga. Ooo.. jadi itu ya alasan Tuhan memilih seorang perawan. Hehehe…

Kenakalan Tuhan yang ke dua adalah mengenai kelahiran Yesus di kandang. Kenapa Tuhan memilih kandang sebagai tempat kelahiran Yesus? Kenapa bukan di istana seperti seorang raja pada umumnya? Disini Romo Deni menjelaskan beberapa alasan mengapa Tuhan memilih kandang dan bukannya istana.
1. Kandang identik dengan rakyat jelata. Berbeda dengan istana yang identik dengan raja dan para pejabatnya. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus datang ke dunia ini bukan sebagai raja yang menghakimi, melainkan sebagai manusia yang sama dengan kita.
2.Di dalam kandang, semua orang berdiri dalam posisi yang sama berbedan dengan istana yang selalu penuh dengan pembeda-bedaan berdasarkan kedudukan ataupun golongan. Kita lihat di kandang, baik para gembala maupun tiga raja dari timur berdiri pada kondisi yang sama saat datang menyembah Yesus. Bayangkan jika Yesus lahir di istana. Mungkin yang dapat mengunjungi Nya hanyalah orang-orang tertentu. Para gembala(symbol rakyat jelata) mana boleh datang menyambut kelahiran Yesus. Itulah alasan mengapa Tuhan memilih kandang sebagai tempat lahir Sang Penebus.

Yah itulah kenakalan Tuhan seputar natal ini. Yang pasti, kenakalan yang Dia buat adalah suatu hal yang baik. Suatu hal yang membawa kita untuk semakin pada Nya dan juga semakin sadar bahwa kita semua di dunia ini adalah sama di hadapan Tuhan. Tidak ada perbedaan kedudukan, tidak ada perbedaan suku, tidak ada perbedaan kekayaan, dll. Semuanya sama. Jadi, marilah kita selalu solider terhadap saudara-saudari kita tanpa membedakan apapun juga, seperti Tuhan Yesus yang telah solider mau datang ke dunia ini, menjadi serupa dengan kita untuk menebus dosa-dosa kita.

Selamat Natal 2009, Tuhan memberkati.



-Nyo-

Tuesday, December 15, 2009

Ketegaran dalam Kesakitan

Minggu, 12 Desember 2009, aku dan teman-teman persekutuan doa Gembala Yang Baik (PDMPKK Gembala Yang Baik) Surabaya mengadakan pastoral care di rumah sakit RKZ Surabaya. Kegiatan pastoral care ini merupakan pelayanan rutin yang kita lakukan untuk menghibur dan mendoakan saudara-saudari yang sedang terbaring di rumah sakit.

Setelah dibagi kelompok dan paviliun yang akan dikunjungi, aku dan teman-teman mulai berkeliling di sana. Di sana aku menjumpai pasien-pasien dengan berbagai macam penyakit, seperti usus buntu, patah tulang akibat kecelakaan, masalah pencernaan, dll. Dari sekian banyak pasien yang aku temui, ada satu pasien yang benar-benar menguatkan aku. Namanya pak Laurentius. Terbalik memang.. Biasanya kita yang menghibur dan menguatkan pasien, sekarang malah aku yang dikuatkan lagi oleh beliau.

Pak Lauren ini sudah sebulan lebih berbaring di RKZ. Dia mengalami masalah pada tulang punggungnya yang mengharuskan dia menjalani operasi. Saat kita menjenguk nya, beliau masih berbaring di tempat tidur. Beliau bercerita banyak hal pada kami. Dari bagaimana dia sampai mengalami masalah pada tulang punggungnya, biaya di rumah sakit yang luar biasa mahal padahal kondisi keuangan keluarga tidak bisa mencukupi biaya tersebut, mengenai dia dapat bantuan dari gereja untuk membayar biaya rumah sakit, sampai kondisi psikis sang istri yang down karena beliau sampai sekarang masih belum bisa menggerakkan anggota badan bawahnya.

Yang aku salut dari beliau, dengan kondisinya yang seperti itu, beliau tetap tegar menghadapinya tanpa mengeluh sedikitpun. Malahan, beliau malah memberikan nasihat kepada kita mengenai hidup ini. Bagaimana kita harus selalu mohon ampun kepada Tuhan atas kesalahan-kesalahan yang kita perbuat, bagaimana seringkali kita meminta-minta kepada Tuhan tetapi tidak mau melaksanakan apa yang Dia kehendaki, dan bagaimana kita harus bersyukur atas apapun yang kita alami.

Saat kita mau mendoakan beliau, beliau juga meminta kita untuk mendoakan istrinya yang lagi down, karena kondisi beliau yang seperti itu. Kalau biasanya sang pasien yang dikuatkan oleh keluarga dan sesamanya apalagi dengan kondisi beliau yang sampai saat ini bisa dibilang lumpuh sebagian, beliau malah jadi penguat bagi istrinya yang sedang down. Benar-benar ketegaran yang luar biasa…

Sering kali… kita mengeluh saat kita mengalami masalah yang berat. Seringkali kita down saat kita merasa masalah yang kita hadapi terlalu berat. Seringkali kita lupa pada Tuhan dan hanya ingat pada masalah yang kita hadapi saja. Kita harus belajar dari pak Lauren bagaimana beliau dengan begitu tegar menghadapi masalah berat yang dia alami. Bagaimana dia tetap ingat dan berserah kepada Tuhan mengenai kondisinya. Terlebih lagi, bagaimana kita tetap bisa menjadi terang bagi sesama kita meskipun kita dalam kondisi yang berat.


Buat pak Lauren, semoga cepat sembuh. Semoga Tuhan selalu memberkati bapak dan keluarga.



-nyo-

Monday, November 23, 2009

2012 : Pemasaran ditengah Penasaran

Tahun 2012. Ya, tahun tersebut sekarang sedang lagi ngetop-ngetopnya atau berada di puncak popularitas. Hampir semua orang tau tahun tersebut. Tahun ini begitu populer karena ada suatu hal besar yang diramalkan akan terjadi pada tahun tersebut, yaitu KIAMAT.

Isu kiamat akan terjadi pada tahun 2012 saat ini menjadi pembicaraan yang panas. Seluruh kalangan masyarakat saat ini membicarakan hal tersebut. Pro dan kontra mulai bermunculan seputar isu kiamat ini. yang kontra mengatakan bahwa kiamat adalah rencana TUHAN yang tidak dapat manusia ketahui kapan akan terjadi. Yang pro dengan isu ini berusaha mengungkapkan alasan-alasan disertai dengan data-data(alasan??) yang mendukung pernyataan mereka, seperti :
1. kalender suku maya yang katanya berakhir pada tanggal 21 Desember 2012.
2. isu siklus matahari yang menyebabkan pergeseran kutub bumi yang memuncak pada tahun 2012
3. tumbukan asteroid besar yang akan terjadi tahun 2012
4. Ramalan Mama Loren yang mengatakan bahwa dia tidak dapat menerawang lebih dari tahun 2012 (rasanya khusus di indonesia. hehehe).
5. dll, dll

Saat isu kiamat tahun 2012 ini sedang panas-panasnya dibicarakan, bulan november ini diputar film yang mengangkat isu kiamat ini, yaitu film 2012 yang disutradarai oleh Roland Emmerich. Film 2012 ini menampilkan gambaran akan datangnya hari kiamat dengan munculnya musibah-musibah besar di dunia dan kisah beberapa orang yang selamat dari musibah tersebut.

Begitu film ini ditayangkan di bioskop2, orang-orang yang tengah penasaran mengenai kiamat ini langsung menyerbu untuk menonton. Seperti di surabaya misalnya. Meskipun di surabaya terdapat banyak bioskop dan tiap bioskop membuka beberapa studio untuk film ini, selalu penuh oleh penonton. Antrian di loket sangat panjang tiap harinya. Sampai sampai sering terlihat informasi di loket bahwa tiket film 2012 untuk hari itu sudah SOLD OUT alias habis terjual untuk SEMUA JAM TAYANG. Hal ini menunjukkan begitu antusiasnya masyarakat untuk melihat bagaimana kiamat yang digambarkan oleh film tersebut.

Dari hal tersebut, aku melihat sebuah strategi pemasaran yang tepat dalam memasarkan film ini. Saat orang-orang sedang hangat-hangatnya membicarakan mengenai kiamat tahun 2012, peluncuran film ini membuat penasaran semua kalangan masyarakat (termasuk aku yang sampe saat ini belum nonton. T^T). Banyak orang yang tidak suka atau jarang menonton bioskop pun dibuat penasaran terhadap film ini. Ngga heran kalau hampir tiap hari tiket selalu habis terjual. Bahkan menurut temanku, ada yang rela mengantri bahkan sebelum mall buka hanya demi mendapatkan tiket film 2012 ini.

Isu pencekalan film 2012 di Indonesia oleh MUI juga merupakan salah satu faktor penyebab meningkatnya antusiasme masyarakat untuk menonton film ini. Mungkin sebagian masyarakat ada yang ingin cepat-cepat menonton sebelum film 2012 ini dicekal, atau mungkin juga orang yang semula tidak berminat untuk menonton film ini menjadi penasaran kenapa film ini sampai mau dicekal. Rasa penasaran ini yang mendorong mereka untuk menonton.

Yah... Mungkin dalam beberapa waktu ke depan, kiamat akan terus menjadi suatu topik pembicaraan yang hangat. Ditambah lagi bencana-bencana yang terus terjadi di bumi ini akan terus membangkitkan pemikiran masyarakat mengenai kiamat. Tapi, jangan sampai film ini mempengaruhi pemikiran kita mengenai kiamat. Kiamat akan terjadi pada waktunya nanti. Tapi kapan dan bagaimana kiamat itu hanya Tuhan yang tau. Kita tidak mungkin dapat mengetahuinya. Jadi buat apa kita pusing memikirkannya? ataupun takut menghadapinya? Yang penting sekarang ini, kita selalu mempersiapkan diri kita dengan selalu hidup di jalan Tuhan, selalu berbuat baik dan mematuhi segala perintahNya. Sehingga jika benar kiamat terjadi, kita sudah siap menghadap di hadiratNya. Amin....



-nyo-

Tuesday, November 17, 2009

Kota Tanpa Warna

Minggu lalu, tepatnya tanggal 14 November kemarin, di ballroom PTC diadakan sebuah drama musikal berjudul Kota Tanpa Warna yang diadakan oleh saudara-saudari dari Shalam Creative Ministry, sebuah creative ministry yang berada di bawah naungan BPK-PKK Keuskupan Surabaya.


Drama musikal ini menceritakan kisah 4 orang sahabat sejak kecil bernama Ella, Joni, Ling-ling dan Dewi. Uniknya, masing-masing memiliki karakter yang berbeda-beda. Ella suka mendominasi, suka tantangan, punya kemauan yang kuat, punya banyak impian, terlihat tegar meskipun sebenarnya rapuh. Joni lebih tenang, namun seringkali emosional, penuh perencanaan, romantis. Ling-ling selalu ceria, kekanak-kanakan, lugu, polos, suka berbicara, dan suka menjadi pusat perhatian. Sedangkan Dewi adalah orang yang pendiam, merupakan pendamai jika terjadi perselisihan dan sabar. Hanya satu yang menyatukan mereka yaitu janji lolipop yang mereka ikrarkan sejak kecil.

Suatu hari, saat Ella sedang berlibur, dia bertemu dengan seorang nenek yang ingin pulang ke kota kelahirannya yang sangat jauh. Karena kasihan, akhirnya Ella memutuskan untuk mengantar sang nenek pulang ke kampung halamannya. Saat tiba di kampung halaman nenek tersebut, Ella melihat pemandangan yang sangat mengejutkan. Di kota itu sama sekali tidak ada warna selain hitam dan putih. Penduduk di sana pun tidak satupun yang tersenyum ataupun gembira. suasana kota tersebut suram. ya... itulah Kota Tanpa Warna.

Karena Ella kasihan melihat kondisi kota yang menyedihkan itu, akhirnya dia memutuskan untuk mengajak sahabat-sahabatnya untuk mengubah kota itu menjadi kota yang penuh warna. Saat Ella menceritakan Kota Tanpa Warna tersebut, sahabat-sahabatnya sangat terkejut. Namun Ella berhasil meyakinkan sahabat-sahabatnya itu untuk membantu dia, untuk mengubah Kota Tanpa Warna tersebut. Perjuangan awal mereka untuk mengubah kota itu adalah "menaklukan" bapak walikota serta dewan kota tersebut. Akhirnya, mereka berhasil membujuk walikota untuk mewarnai kotanya.

Tapi, setelah berhasil, justru masalah datang dan membuat persahabatan yang telah bertahun-tahun terancam hancur berantakan. Dewi mengalami kecelakaan dan menjadi lumpuh. Dewi menjadi sangat putus asa terhadap kondisinya, dan memutuskan untuk berhenti melanjutkan usaha mereka mewarnai kota Tanpa Warna tersebut. Ella dengan sekuat tenaga tetap memaksa Dewi untuk melanjutkan usaha mereka. Ling-ling yang kasihan melihat Dewi dipaksa terus oleh Ella, menentang usaha Ella tersebut. Akhirnya mereka bertengkar. Dalam pertengkaran itu, Ling-ling mulai mengungkit kejelekan Ella yang sudah 5 tahun tidak berbicara dengan ibunya, perasaan cinta Joni terhadap Ella yang selama ini tidak Ella sadari karena keegoisannya. Melihat pertengakaran itu, Dewi memutuskan untuk pergi.

Setelah berjalan tanpa arah menggunakan kursi rodanya, Dewi sampai di depan sebuah panti asuhan. Di sana dia melihat anak-anak panti asuhan yang begitu ceria meskipun mereka tidak punya orang tua, tidak tahu tanggal lahirnya, dll. Di sana Dewi bertemu dengan Romo yang mengasuh anak-anak panti asuhan itu. Romo tersebut yang akhirnya berhasil menguatkan Dewi untuk bisa menerima keadaanya itu.

Akhirnya Dewi memutuskan kembali ke tempat sahabat-sahabatnya. Didasari dengan kasih terhadap sahabat-sahabatnya itu, akhirnya mereka saling memaafkan satu sama lain dan berkumpul kembali untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang belum selesai yaitu menjadikan Kota Tanpa Warna menjadi sebuah Kota Penuh Warna..

Yah kurang lebih seperti itulah ceritanya. Band pengiring yang ok, background dan tata cahaya yang kreatif, penampilan pantomime yang keren abis, dan tentunya para aktor dan aktris yang berperan dengan penuh penjiwaan dan sedikit kocak, membuat drama ini menjadi tontonan yang sangat menarik.

Selain itu, banyak sekali makna yang terkandung dalam cerita tersebut, yang sering kita hadapi dalam dunia nyata.
Beberapa hal yang dapat aku tarik dari kisah Kota Tanpa Warna ini adalah :
Pertama, kita di dunia ini hidup dengan warna yang berbeda-beda. Warna dalam hal ini adalah karakter dan talenta yang kita miliki. Nah dengan warna kita masing-masing ini, hendaknya kita dapat saling membantu orang-orang yang ada di sekitar kita sehingga sekitar kita menjadi tempat yang penuh warna, penuh kebahagiaan, tidak suram seperti Kota Tanpa Warna itu.
Juga, setiap warna memiliki keindahan sendiri-sendiri. Akan tetapi, jika kita bisa mengkombinasikan warna-warna dari masing-masing kita dengan baik, akan menghasilkan keindahan tersendiri, seperti lolipop yang manis dan memiliki paduan warna yang menarik.

Kedua, dengan warna-warna kita yang beraneka ragam ini, ketidak cocokan atau pertentangan pasti ada, seperti pertengkaran yang dialami oleh ke empat sahabat itu. Diharapkan, kita dapat seperti keempat sahabat itu, yang mau saling mengasihi dan memaafkan sahabat-sahabatnya meskipun mereka telah menyakiti kita.

Ketiga, seringkali kita seperti Ella, yang dengan penuh semangat membantu sang nenek untuk pulang ke Kota Tanpa Warna, berbuat baik dengan berusaha keras membantu mengubah Kota Tanpa Warna menjadi kota penuh warna, tapi sudah 5 tahun tidak berbicara dengan ibunya. Terkadang kita aktif pelayanan, kita mau membantu teman-teman kita, tapi kita sering mengabaikan apa yang ada di dekat kita. Orang tua kita, keluarga kita, saudara-saudari kita.

Keempat, seringkali juga kita seperti Dewi yang down saat kita mengalami sebuah masalah. Kita hanya meratapi masalah-masalah yang kita hadapi sehingga pekerjaan kita mewarnai sekitar kita menjadi terhambat atau bahkan terhenti, seperti Dewi yang hanya meratapi kelumpuhannya itu dan memutuskan untuk berhenti mewarnai Kota Tanpa Warna.

Yah mungkin itu yang aku dapatkan dari drama musikal Kota Tanpa Warna ini. Proviciat kepada saudara-saudari dari Shalam Ministry. Ngga sabar menunggu kreatifitas-kreatifitas mereka yang lain. hehehehe...

Mari kita warnai dunia kita ini dengan warna kita sehingga dunia ini menjadi dunia yang penuh warna, penuh kebahagiaan dan keceriaan. GBU



-nyo-