Tuesday, July 20, 2010

Cahaya dalam Kegelapan


Malam ini seperti biasa aku pergi ke rumah temanku untuk Persekutuan Doa(PD). Setelah PD aku pulang ke kost ku (ya iyalah.. masa nginep? hahaha). Karena kaca helm ku gelap, selama perjalanan aku buka kaca helm tersebut. Tetapi karena banyak debu dan asap kendaraan yang mengganggu, aku putuskan untuk menutup kaca helm ku itu. Saat aku mengemudi dalam kondisi lebih gelap itu, aku baru menyadari bahwa lampu-lampu jalan, lampu-lampu kendaraan tampak lebih bagus daripada saat aku membuka kaca helm ku. Lampu-lampu tersebut juga tampak lebih indah daripada saat lampu tersebut menyala di siang hari. Betul??

Selama perjalanan aku merenung. Kenapa lampu yang sama bisa tampak lebih indah di malam hari daripada siang hari. Kenapa lampu yang sama pada malam yang sama bisa tampak lebih indah saat aku menutup kaca helm ku daripada saat aku membukanya? jawabnya cuma satu. karena gelap. Gelap membuat lampu tampak semakin bersinar. Semakin gelap keadaan di sekitarnya, lampu tersebut akan tampak semakin jelas dan indah.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, terang atau gelap adalah keadaan kita. Semakin gelap kondisi kita itu berarti semakin banyak masalah yang kita hadapi. Cahaya lampu merupakan berkat Tuhan yang senantiasa menyinari kita. Saat kita berada dalam keadaan yang nyaman, dimana kita hanya menghadapi masalah yang sederhana, seringkali kita merasa berkat Tuhan itu biasa-biasa saja. Tetapi, saat kita menghadapi masalah besar yang sangat berat dan kita berhasil melaluinya bersama Dia, kita dapat merasakan begitu hebat dan indahnya berkat Tuhan tersebut.

Ya... Untuk itulah masalah itu ada. Masalah ada supaya membentu kita menjadi manusia yang lebih baik lagi. Masalah ada untuk membuat kita lebih dewasa. Dan yang terpenting, masalah ada supaya kita selalu ingat pada Tuhan Sang Pencipta kita. Dengan adanya masalah, kita dapat benar-benar berharap padaNya dan setelah berhasil menghadapi masalah tersebut, kita pasti dapat merasakan betapa indahnya kasih Tuhan itu. Semakin besar masalah yang berhasil kita lalui bersamaNya, pasti semakin indah pula berkat Tuhan kita rasakan.

Kegelapan ada supaya CAHAYA bisa tampak lebih terang dan indah.


Berkat Tuhan itu selalu indah. Tidak pernah Tuhan memberikan kepada kita sesuatu yang jelek. Hanya saja terkadang kita tidak merasakannya karena kenyamanan kita (keadaan terang) dan masalah (kegelapan) yang kita hadapi adalah salah satu sarana bagi kita untuk selalu ingat akan indahnya kasih Tuhan tersebut.
Jadi, janganlah takut dalam menghadapi masalah(kegelapan) dalam hidup kita karena semakin besar masalah kita (semakin gelap), semakin besar pula berkat Tuhan (cahaya) itu kita rasakan. Amin.




-Nyo-

Friday, July 16, 2010

Keculek Tart

Tanggal 16 Juli 2010, tanggal yang tidak akan terlupakan dalam sejarah. Kenapa? karena mata ku hari ini bisa dibilang mengalami "gangguan" dua-duanya. Mata kiri dari pagi kedutan ngga berhenti, mata kanan keculek (ada yang tau bahasa Indo dari kata ini??) tart waktu makan siang. Kok bisa keculek? Begini kisahnya..
Hari ini, tanggal 16 Juli 2010 salah seorang teman dari ganx makanku di kantor dengan initial M.C. berulang tahun. Dari pagi hari sampai waktu makan siang (jam 12) kita sengaja tidak memberikan selamat terlebih dahulu karena ingin memberikan surprise pada dia waktu makan siang. Pada saat makan siang, awalnya kita cuek saja seolah-olah tidak tahu apa-apa. Setelah semua selesai makan, baru kita kasih selamat ke MC. Kita urunan beli kue tart untuk merayakan ulang tahunnya.

Setelah tiup lilin, make a wish, nyanyi2, kue dipotong lalu dibagikan. Nah... dari sinilah tragedi itu dimulai. Karena semua anggota ganx makanku ini orang iseng, mulailah kita corat-coret wajah MC dengan krim dari kue itu. Selain itu para orang usil (termasuk aku ^^) mulai saling coret menggunakan krim.
Saat aku mau mengisengi salah seorang temanku, korban coretan ku (SM) melakukan balas dendam. Mau berusaha menghindar, tidak tau bagaimana caranya, tart yang awalnya mau dioles di pipi ku malah mendarat di mataku. Kacamata yang aku kenakan hampir terlepas juga.
Awalnya ku kira mataku tidak apa-apa. Pedih memang. tapi kupikir setelah di lap tissue dan dicuci dengan air bakalan sembuh. ternyata, kalau mataku berkedip, mata kanan ku langsung berkabut. kucek2 mata, bersih lagi, kedip lagi berkabut lagi. Dari yang semula tenang, perlahan-lahan aku mulai takut. Masa mataku buta gara2 kue tart??

Dengan gaya sok cool padahal tegang, sok tenang padahal ndredeg setengah mati, aku minta salah seorang temanku untuk meneteskan obat tetes mata yang dibawa oleh AC. Thanks buat obat nya. Setelah ditetesi, aku kedip-kedip, sudah tidak berkabut.. horeee.. mata ku sudah sembuh pikirku...

setelah itu, kita kembali ke kantor kita masing-masing untuk kembali bekerja. Ternyata tidak lama setelah aku mulai bekerja lagi, mataku berkabut lagi. Aduuuhhh.. Kanapa lagi mata ini. Segera aku datangi kantor AC untuk minta obat tetes mata lagi. Puji Tuhan setelah ditetesi untuk kedua kalinya ini mata ku benar-benar "sembuh". Mungkin sisa cream yang menempel di mata ku larut bersama cairan tetes mata karena saat aku lap cairan tersebut dengan tissue, tissue nya berwarna kuning. (eaaaaa.. mata ku ternyata makan cream rasa lemon saudara-saudara....)

Sampai tulisan ini diketik, dikarang, sedikit dibesar-besarkan dan dipublish, puji Tuhan mata kanan ku benar-benar sudah sembuh total. Terima kasih buat semua pihak yang telah membantu baik doa, material, maupun tenaga dalam membantu proses penyembuhan mata ku ini (haissss.. lebaaaiiii ^^). Buat sang pelaku, terimakasih karena sudah memberikan ku pengalaman yang sangat menegangkan. Mata ku sudah sembuh kok, jadi jangan khawatir ataupun merasa bersalah lagi ya. Kalau memang masih merasa bersalah, aku ngga keberatan ditraktir untuk menebusnya kok.(ngareeeeppp ^^v). Dan buat para pembaca, pesan ku cuma satu. Don't try this at home, office, or anywhere. Sueeerr.. Bener-bener ngga enak makan pake mata. Sueeerr.... Mending pake mulut aja deh kalau mau makan. Lebih nikmat. DIJAMIN. ^^

Monday, June 7, 2010

Agar-agar


Mungkin kita semua tau apa itu agar-agar. Makanan yang dibuat dari rumput laut ini memang dapat kita peroleh dengan mudah. Aku sendiri menyukai agar-agar ini. Selain rasanya yang lezat, makanan ini penuh serat yang baik untuk tubuh. Meskipun sejak kecil aku sering makan agar-agar, tetapi untuk membuatnya, aku tidak pernah sama sekali. Bahkan bahan pembuat nya saja aku tidak pernah tau (mungkin dulu pernah liat tapi lupa). Cuma bungkusnya saja yang aku masih ingat. Warnanya kuning, dengan tulisan SW*LL*W GL*B*di atasnya.

Sabtu kemarin, aku mencoba untuk membuat agar-agar ini. Setelah membeli bahannya, aku langsung mencoba membuat nya. Aku baca cara membuatnya. Aku siapkan air dengan takaran seperti yang tertulis di petunjuknya, kemudian aku tuang agar-agar tersebut ke dalam air. Nah waktu menuang ini aku sangat terkejut. Karena bubuk agar-agar yang berwarna putih itu berubah menjadi warna hijau setelah terkena air. Sepengetahuanku agar-agar itu selalu tidak berwarna alias bening. Kalau mau memberi warna, kita tinggal mencampurkan zat pewarna yang kita inginkan. Dengan penuh kebingungan aku baca keterangan yang ada di bungkusnya satu persatu. Aku baca ulang tanggal kadaluarsanya, siapa tau waktu beli salah liat tanggal kadaluarsanya. Ternyata agar-agar tersebut tidak kadaluarsa.

Setelah aku baca satu persatu, aku melihat ada tulisan yang terpotong pada bagian pojok kiri atas saat aku membuka bungkusnya. Aku ambil potongan tersebut, aku coba satukan lagi dan akhirnya aku mendapatkan informasi yang aku perlukan. Di sana tertulis kata HIJAU. Jedoeeeennggg.... Saat itu berpikir apa memang ada agar-agar yang berwarna hijau. Dengan penuh penasaran, aku kembali lagi ke minimart tempat aku beli agar-agar tersebut untuk memastikan. Aku datangi rak tempat men-display produk agar-agar tersebut. Ternyata benar. Memang ada agar-agar yang berwarna hijau, bahkan ada yang berwarna merah. Aku langsung senyum-senyum sendiri mengingat reaksi ku saat aku kebingungan tadi. Untung saja aku tidak dianggap orang gila karena senyum-senyum sendiri di depan produk agar-agar. hehehehe. Setelah kebingungan ku terjawab, aku pulang untuk menyelesaikan agar-agar tersebut.

Yah itulah pengalaman pertama ku membuat agar-agar. Meskipun lumayan katrok dan ngisin-ngisini, yang penting sekarang aku sudah tau bagaimana cara membuat agar-agar. :D



-nyo-

Wednesday, May 26, 2010

Yoh 3:16


Ada dua orang sahabat karib, sebut saja namanya A dan B. Meskipun mereka bersahabat karib, mereka memiliki prinsip yang sangat berbeda. Si A memiliki prinsip "muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga". karena memiliki prinsip demikian, si A mencoba segala kesenangan duniawi, mulai dari rokok, alkohol, narkoba, free sex, judi, dll, dll. Berkebalikan dengan si A sahabatnya, si B memiliki prinsip "hidup lurus-lurus saja". Seringkali si A mengajak si B untuk mengikutinya, tetapi si B terus menolak.
si A : "malam minggu ikut aku ke diskotik yuk"
si B : "ngga ah"
si A : "ayo lah, di sana banyak cewek-cewek cakep dan seksi lho"
si B : "ngga ah, aku ngga mau ke diskotik"

Sampai akhirnya setelah lulus kuliah, si A dan B menempuh jalan hidup yang berbeda. Si A menjadi orang yang sukses di sebuah kota, sedangkan si B memutuskan untuk kembali ke kampung nya untuk membantu ayahnya. Karena gaya hidupnya yang tidak benar, pelan-pelan si A mulai terjerat masalah. Semakin lama masalah yang dia hadapi semakin banyak sehingga membuat si A stress. Dalam kondisi tersebut, muncul keinginan untuk lari dari masalah-masalah nya tersebut dengan cara bunuh diri. Akan tetapi, sebelum bunuh diri, si A teringat sahabatnya yang berada di kampung. Akhirnya dia memutuskan untuk menemui sahabatnya itu sebelum dia mati.

Pergilah si A ke kampung halaman si B. Setelah melepas kangen, si A mulai menceritakan semua masalah yang dia alami serta keinginannya untuk bunuh diri. Si B
berusaha menasehati sahabatnya tersebut, tetapi karena si A adalah orang yang keras kepala, semua nasihat si B tidak didengar samasekali oleh si A. Akhirnya si B menyerah menasehati sahabatnya tersebut.

Kebetulan saat itu si B mau berangkat memancing dengan ayahnya. Jadi si B mengajak si A memancing di laut bersama dengan ayahnya.
Si B : "Kebetulan aku dan ayahku mau mancing di laut. Yuk ikut"
Si A : "Duh, aku malas mancing"
Si B : "Ayolah. Sebentar lagi kamu kan mau mati. Apa salahnya kamu mancing dengan aku untuk terakhir kalinya."
Si B : "Hmm.. Benar juga. Ok aku ikut"
Akhirnya Si A dan B beserta ayah si B berangkat ke laut untuk memancing.



Mereka bertiga menaiki kapal, lalu berangkat ke tengah laut untuk memancing. Saat mereka memancing, cuaca yang tadinya cerah berubah menjadi badai. Badai mengombang-ambingkan kapal yang mereka naiki. Sampai suatu ketika ada ombak besar yang menghantam kapal mereka yang menyebabkan si A dan B terlempar ke laut. Si A terlempar ke sisi kiri kapal, sedangkan si B terlempar ke sisi kanan kapal. Ayah si B panik melihat mereka berdua terlempar ke laut. Dengan segera dia mencari pelampung yang ada di dalam kapal. Ternyata, pelampung cuma ada 1. Jika dia lemparkan pada si A, si A akan selamat, sedangkan si B anaknya akan mati. Sebaliknya, jika dia lemparkan pada si B, anaknya tersebut akan selamat sedangkan si A akan mati. Sang ayah mengalami dilema yang sangat besar.

Akhirnya, dia menoleh ke si B anaknya lalu berkata "Anakku, sampai jumpa di surga", kemudian dia melemparkan pelampungnya ke si A. Akhirnya si A selamat sementara si B anaknya mati ditelan badai.


Saat membaca cerita ini, mungkin banyak dari kita yang berpikir bahwa cerita ini adalah cerita yang mustahil. Ngga mungkin ada ayah yang seperti itu. Ngga mungkin ada ayah mana yang mengorbankan anaknya demi menyelamatkan orang lain, terlebih lagi orang tersebut jelas-jelas orang yang bisa dibilang bejat, orang hidupnya tidak benar. Tapi itulah kenyataan yang terjadi. Kalau sang ayah tidak melemparkan pelampungnya pada si A, saya dan teman-teman sekalian tidak mungkin ada saat ini. Kita bisa hidup sampai sekarang ini karena Bapa sudah mengorbankan anak yang sangat dikasihiNya untuk menyelamatkan kita yang penuh dengan noda dosa ini. Ya, kitalah si A tersebut. Allah Bapa telah mengorbankan nyawa anakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus di kayu salib untuk menyelamatkan kita dari kuasa maut. Allah Bapa telah mengorbankan Anaknya yang tunggal untuk menebus dosa-dosa kita.

Yohanes 3 : 16
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal"


Marilah kita, yang sudah ditebus dengan darah Tuhan Yesus di kayu salib, selalu hidup sesuai dengan kehendak Allah. Jangan kita salibkan Yesus untuk kedua kalinya karena dosa-dosa yang kita lakukan. GBU



-nyo-

Tuesday, May 25, 2010

Saknoe Kowe Le, Le...


Beberapa waktu yang lalu, aku pergi ke bank xxx untuk mengeprint buku tabungan. Ternyata antriannya panjang. Sudah terlanjur sampai di sana, kuputuskan untuk mengantri. Aku duduk di kursi antrian di dekat pintu masuk. Untuk mengusir bosan, aku menunggu sambil mendengarkan Mp3 dari HP ku.

Saat asik mendengarkan musik, sepintas aku melihat ada suatu bayangan di balik pintu kaca bank tersebut. Ternyata ada seorang anak kecil yang mau masuk ke dalam bank tersebut. Mungkin umurnya sekitar 6-7 tahun. Dengan sekuat tenaga, dia berusaha mendorong pintu kaca yang menurutku berat untuk ukuran anak-anak. Benar saja, anak tersebut tidak kuat membuka pintu tersebut. Karena kasihan, aku bantu anak tersebut membuka pintu.
Saat anak itu masuk, dari belakangku aku mendengar ada suara ibu-ibu dengan nada marah. "Kok keluyuran ae seh...". Ternyata ibu-ibu itu adalah ibu dari anak yang aku tolong tersebut. Dengan marah dia tarik anaknya ke tempat duduk.


Sekitar 5 menit kemudian, terdengar suara ibu itu lagi bercakap-cakap dengan keras sampai menembus earphone ku. Ternyata ada yg menelponnya. Dari pembicaraan yang berhasil aku tangkap, ternyata si penelepon ini mencari suami dari ibu tersebut. Dia bingung karena suaminya ada di parkiran, sedangkan dirinya sedang mengantri. Akhirnya dia menyuruh anaknya itu untuk memanggil ayahnya. Dibukakannya pintu bank, kemudian sang anak keluar mencari ayahnya. Tidak lama kemudian, ibu itu memberi no HP suaminya kepada si penelepon. Pikirku, " kok ya ngga tadi2 toh bu, bu. Buat apa anak mu sampai panas-panas ke parkiran." Setelah memberi no HP tersebut, pembicaraan berakhir.

Tidak lama kemudian, sang anak kembali lagi ke bank. Aku benar-benar seperti mengalami deja vu. Karena apa? kembali sang anak dengan usaha maksimal membuka pintu tapi gagal, aku kembali membantu membukakan nya, dan..... kembali aku mendengar suara ibu-ibu dengan nada marah "Kok keluyuran ae seh..."

*Sfx:Jedoeeeengggg*

Aku bicara dalam hati "Ya ampun buk... buk... Lha ibuk e seng nyuruh kok malah diamuki... Piye toh...." (Ya ampun bu... Ibu yang nyuruh kok malah dimarahi. Bagaimana sih?). "Saknoe kowe le, le..." (kasihan sekali kamu nak, nak).

Yah itu salah satu pengalaman yang aku alami beberapa waktu yang lalu. Dari sini aku belajar, bahwa seringkali orang tua atau orang yang lebih dewasa bersikap semena-mena kepada orang yang lebih muda atau lebih kecil. Tidak jarang anak kecil menjadi pihak yang bersalah dalam suatu kejadian, padahal belum tentu anak itu yang bersalah. Bagaimana anak tersebut bisa berkembang kalau dalam perjalanan hidupnya dia selalu menjadi pihak yang bersalah, dimarah-marahi tanpa boleh membantah. Coba kalau anak itu membantah, mungkin dia akan semakin dimarahi atau malah dipukul oleh ibunya. Iya kan? Lama kelamaan, anak akan menjadi takut untuk mengembangkan kreativitas nya karena mereka takut kalau-kalau apa yang mereka lakukan adalah salah dan ujung-ujungnya, mereka akan dimarahi bahkan dipukul oleh orang tua mereka.

Marilah kita menghargai apa yang dilakukan oleh anak kecil, kita bimbing mereka dengan cara yang benar, tidak hanya dengan marah-marah saja. Kita dengarkan mereka, kenapa mereka berbuat demikian karena semua orang bisa berbuat salah baik itu anak-anak maupun orang yang sudah dewasa seperti kita.



-nyo-